“Ini kan kompetisi untuk pemain U-17 plus tiga pemain senior. Sehingga, pemain yang kebetulan berada di klub yang berbeda-beda kembali ke klub untuk tampil di Piala Soeratin,” jelas Bagus yang juga anggota DPRD Jateng.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Bagus optimistis anak asuhnya mampu memberikan yang terbaik bagi Jawa Tengah.
“Saya lihat semangat anak-anak cukup luar biasa. Anak-anak juga terus memperlihatkan tren positif di dalam beberapa uji coba maupun internal game,” jelas anggota Komisi E DPRD Jateng itu.
Tim Banteng Jateng telah menjalani persiapan selama sekitar 2,5 bulan di Salatiga di bawah asuhan pelatih Srinanda Yudi Himawan.
BACA JUGA: Seleksi Soekarno Cup 2026 Dibuka, Dolfie: Putra Daerah Bisa Tembus Level Dunia
Srinanda merupakan pelatih yang sebelumnya sukses membawa Hati Beriman FC U-17 meraih sejumlah gelar juara di Jawa Tengah.
“Saya percaya Mas Nanda (panggilan Srinanda Yudi) mampu membawa anak-anak ini berprestasi tahun ini,” katanya.
Terkait lawan terberat di Grup D, Bagus menilai seluruh tim harus ԁiwaspadai. Menurut ԁia, Papua dan DKI Jakarta memiliki materi pemain yang kuat.
“Di situ ada Papua, DKI Jakarta yang siapapun tahu gudangnya pemain,” beber Bagus.
Jambi juga tidak boleh ԁipandang sebelah mata. Bagus meminta para pemain tetap fokus menghadapi seluruh lawan jika ingin lolos dari fase penyisihan dan mengukir prestasi di Soekarno Cup 2026.
“Saya ingin anak-anak menjalani semua target secara bertahap, mulai dari penyisihan, 8 besar, 4 besar, dan jika ada kesempatan juara,” katanya.
Untuk menghadapi Soekarno Cup 2026, Tim Banteng Jawa Tengah membawa 25 pemain. Komposisinya terdiri atas 22 pemain kelahiran 2009 dan tiga pemain senior dari kuota lima pemain yang ԁiperbolehkan, yakni Moreno, Prasetyo, dan Dani. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





