SEMARANG, beritajateng.tv – Persoalan pembuangan limbah kuah bakso yang sempat viral di media sosial turut berdampak terhadap aktivitas usaha warung bakso milik Usman (53) di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.
Usman mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli sejak persoalan tersebut menjadi perhatian publik. Bahkan, jumlah porsi bakso yang terjual setiap hari kini dia sebut merosot lebih dari separuh berbanding kondisi sebelumnya.
Jika sebelumnya warung tersebut mampu menjual sekitar 150 porsi dalam sehari, maka kini penjualannya hanya sekitar 50 porsi.
“Kalau dulu paling tidak 150 porsi. Sekarang sehari 50 porsi ya sekitar segitu lah. Turunnya lebih dari setengah,” kata Usman kepada beritajateng.tv di warungnya, Sabtu, 7 November 2026.
Meski mengalami penurunan penjualan, dia mengaku masih bersyukur karena warungnya tetap pembeli datangi. Terutama saat waktu makan siang.
Pembeli Masih Datang, Penjualan Belum Pulih
Usman mengatakan, aktivitas warung sebenarnya masih berjalan. Sejumlah pelanggan tetap datang, meskipun jumlahnya tidak seramai sebelum persoalan limbah tersebut mencuat.
Menurutnya, pembeli biasanya mulai berdatangan sejak pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.
“Ya, terus terang omzet turun. Tapi Alhamdulillah masih ada yang datang, sekadar makan siang atau yang lainnya masih ada,” katanya.
BACA JUGA: Warga yang Viral di Video Limbah Bakso Banyumanik Buka Suara soal Kronologi Adu Mulut
Pantauan beritajateng.tv sekitar pukul 11.30 WIB warung juga masih terlihat sepi. Ada satu pembeli yang datang. Kemudian, baru ada dua pembeli lagi yang singgah.
Usman berharap kondisi penjualan perlahan kembali membaik. Usman juga menyadari adanya perbedaan pendapat di tengah masyarakat terkait persoalan yang terjadi di warungnya.
Jika ada pelanggan yang bertanya mengenai persoalan tersebut, maka dia mengaku berusaha memberikan penjelasan secara langsung.
“Kalau ada yang tanya, saya jelaskan. Namanya orang, punya pendapat masing-masing. Ada yang begini, ada yang begitu,” katanya.





