Di sektor ekonomi, India mencatat peningkatan daya saing global melalui sejumlah reformasi besar. Salah satunya ialah peluncuran program Make in India yang bertujuan menjadikan India sebagai pusat manufaktur dunia.
Pemerintah India juga melakukan reformasi perpajakan melalui penerapan Goods and Services Tax (GST) dengan konsep One Nation, One Tax yang menyederhanakan sistem perpajakan nasional. Kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan peringkat India dalam indeks Ease of Doing Business dari posisi 142 pada 2014 menjadi peringkat 63 pada 2019.
Transformasi juga terlihat pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah mempercepat pembangunan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital, pelabuhan hingga transportasi udara melalui program UDAN yang memperluas akses penerbangan domestik ke berbagai wilayah.
Dalam keterangan resminya, Pemerintah India menyebut pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan,” demikian keterangan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia.
Kesejahteraan Sosial
Di bidang kesejahteraan sosial, pemerintah India mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan multidimensi secara signifikan. Berdasarkan data NITI Aayog, hampir 250 juta warga India keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005 hingga 2026.
Program perlindungan sosial juga meluas melalui Pradhan Mantri Ujjwala Yojana yang telah memberikan sambungan gas memasak gratis kepada lebih dari 100 juta keluarga kurang mampu. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program tersebut turut mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu bakar.
Pemerintah India juga mempercepat pemerataan pembangunan melalui penyediaan listrik bagi sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum menikmati akses energi.
Di sektor perumahan, program PM Awas Yojana menjadi salah satu andalan pemerintahan Modi. Sepanjang 2014 hingga 2024, lebih dari 42 juta rumah di setujui pembangunannya. Kemudian berlanjut dengan target tambahan 30 juta rumah setelah Modi kembali dilantik pada 2024.





