JAKARTA, beritajateng.tv – Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dalam waktu dekat, perhatian publik kembali tertuju pada perjalanan kepemimpinannya yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Memasuki periode ketiga sebagai kepala pemerintahan, Modi berhasil membawa India menjalani transformasi besar di sektor ekonomi, infrastruktur, investasi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan tersebut proyeksinya menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India yang selama ini terus berkembang di berbagai bidang. Mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital hingga kerja sama kawasan Indo-Pasifik.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, mengatakan lawatan Narendra Modi harapannya membuka peluang baru bagi kedua negara dalam memperluas kemitraan strategis.
“Kunjungan resmi Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan India selama ini menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor. Mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Sandeep.
Narendra Modi kembali dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada 9 Juni 2024.
BACA JUGA: Investor India Bangun Pabrik Farmasi di Semarang, China dan UEA Masih Wait and See Geopolitik Global
Keberhasilan mempertahankan kepercayaan publik tersebut menjadi cerminan dukungan masyarakat terhadap arah pembangunan yang pemerintahannya jalankan sejak pertama kali berkuasa pada 2014.
Selama memimpin India, Modi mengusung visi pembangunan yang berlandaskan filosofi Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas atau Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua.
Prinsip tersebut di terjemahkan melalui berbagai kebijakan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, reformasi ekonomi, peningkatan investasi, penguatan industri nasional, hingga perluasan program perlindungan sosial.
Lahir di Gujarat pada 17 September 1950 dari keluarga sederhana, Modi berasal dari kelompok masyarakat Other Backward Class (OBC).
Latar belakang tersebut telah membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan memberi perhatian terhadap kelompok berpenghasilan rendah.
Di sektor ekonomi, India mencatat peningkatan daya saing global melalui sejumlah reformasi besar. Salah satunya ialah peluncuran program Make in India yang bertujuan menjadikan India sebagai pusat manufaktur dunia.
Pemerintah India juga melakukan reformasi perpajakan melalui penerapan Goods and Services Tax (GST) dengan konsep One Nation, One Tax yang menyederhanakan sistem perpajakan nasional. Kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan peringkat India dalam indeks Ease of Doing Business dari posisi 142 pada 2014 menjadi peringkat 63 pada 2019.
Transformasi juga terlihat pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah mempercepat pembangunan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital, pelabuhan hingga transportasi udara melalui program UDAN yang memperluas akses penerbangan domestik ke berbagai wilayah.
Dalam keterangan resminya, Pemerintah India menyebut pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan,” demikian keterangan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia.
Kesejahteraan Sosial
Di bidang kesejahteraan sosial, pemerintah India mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan multidimensi secara signifikan. Berdasarkan data NITI Aayog, hampir 250 juta warga India keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005 hingga 2026.
Program perlindungan sosial juga meluas melalui Pradhan Mantri Ujjwala Yojana yang telah memberikan sambungan gas memasak gratis kepada lebih dari 100 juta keluarga kurang mampu. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program tersebut turut mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu bakar.
Pemerintah India juga mempercepat pemerataan pembangunan melalui penyediaan listrik bagi sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum menikmati akses energi.
Di sektor perumahan, program PM Awas Yojana menjadi salah satu andalan pemerintahan Modi. Sepanjang 2014 hingga 2024, lebih dari 42 juta rumah di setujui pembangunannya. Kemudian berlanjut dengan target tambahan 30 juta rumah setelah Modi kembali dilantik pada 2024.
Sektor Pertanian
Sementara itu, sektor pertanian dperkuat melalui program PM-KISAN yang menyalurkan bantuan langsung kepada lebih dari 92 juta petani. Dengan nilai bantuan mencapai lebih dari 2,11 miliar dolar Amerika Serikat.
Selain fokus pada pembangunan, Narendra Modi terkenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang aktif memanfaatkan teknologi digital. Untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Kehadirannya di berbagai platform digital menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan keterlibatan publik terhadap berbagai kebijakan nasional.
Melalui kunjungannya ke Indonesia, kedua negara harapannya dapat memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor. Sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan baru yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Pertemuan kedua negara juga harapannya membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang menguntungkan,” tutup Sandeep. (*)





