John Legend, 7th Fleet Band dan Sandhy Sondoro Bakal Tampil pada Atlantic Council Global Food Security Forum di Bali

John Legend. (Atlantic Council Global Food Security Forum)

BALI, 12/11 (beritajateng.tv) – Penyanyi pemenang penghargaan EGOT, John Legend, The United States Navy’s Seventh Fleet Band, dan musisi Indonesia Sandhy Sandoro akan menutup Atlantic Council Global Food Security Forum di Bali, Indonesia dengan penampilan spesial pada 13 November 2022.

Hal itu dikatakan Atlantic Council President dan CEO Frederick Kempe.

“Kami senang untuk menghadirkan musisi fenomenal dalam acara yang menyoroti kebutuhan mendesak terkait penanganan ketahanan pangan global, yang ditandai oleh Perang Putin di Ukraina,” tutur Kampe.

“Seberapa sering Anda bertemu dengan seorang penyanyi Amerika dengan penghargaan Internasional, musisi hebat Indonesia, dan musisi terbaik dari US Navy yang datang ke Bali dari Yokosuka, Jepang, dan pangkalan laut USS Blue Ridge,” imbuhnya, Jumat (11/11/2022).

“Far East Edition” dari 7th Fleet Band, didirikan pada tahun 1974, merupakan pertunjukan musik populer yang dikenal karena karyanya yang luar biasa.

Berubah dari brass band menjadi band rock kemudian jazz combo, grup musik ini dapat memainkan hit American Top 40, jazz tradisional gaya New Orleans, rock klasik, musik lokal favorit, dan lainnya. Far East Edition telah tampil di acara-acara besar di seluruh kawasan Indo-Asia Pasifik dan telah menghibur ratusan ribu orang selama bertahun-tahun.

Atlantic Council Global Food Security Forum menjadi acara sideline resmi G20 di Indonesia, diselenggarakan dengan dukungan dari Yayasan Gaurav & Sharon Srivastava Family. Acara ini juga bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia.

Pada forum ini akan berkumpul pemimpin internasional, pemimpin regional, dan lokal, termasuk pejabat pemerintah, pelaku bisnis, dan pakar akademis, serta pemimpin masyarakat sipil. Lebih lanjut, acara ini bertujuan untuk menginformasikan kebijakan publik, membentuk praktik bisnis, dan membingkai diskursus media di tengah momentum G20. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply