SEMARANG, beritajateng.tv – Buntut absennya Kabupaten Semarang pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2026 cabang olahraga sepak bola, KONI Kabupaten Semarang klarifikasi Askab PSSI Kabupaten Semarang.
Dari hasil klarifikasi ini terungkap Askab PSSI Kabupaten Semarang tidak hanya sekali ini absen dalam BK cabang olahraga sepak bola. Pada BK Porprov Pati Raya sebelumnya pun tidak mendaftar.
Terkait pendaftaran untuk BK Porprov telah KONI Kabupaten Semarang sampaikan dan sosialisasikan jauh-jauh hari melalui bidang pembinaan prestasi kepada semua pengurus cabang olahraga.
“Tak terkecuali kepada Pengkab PSSI Kabupaten Semarang, yang saat itu juga hadir,” ungkap Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dodi Prasetyo, di kantor KONI Kabupaten Semarang, Ungaran, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menurutnya, ada beberapa poin penting yang KONI Kabupaten Semarang sampaikan untuk membantu pengurus semua cabang olahraga dalam menghadapi pelaksanaan BK Porprov 2026.
Sehingga, untuk pelaksanaan selanjutnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing pengurus cabang olahraga. “Namun hingga batas akhir pendaftaran BK Pengkab PSSI Kabupaten Semarang tidak melakukan,” jelasnya.
KONI Kabupaten Semarang sudah fasilitasi, Askab PSSI Kabupaten Semarang tinggal laksanakan
Maka, lanjut Dodi, terkait persoalan ini KONI Kabupaten Semarang telah memfasilitasi dan pengurus Askab PSSI Kabupaten Semarang hanya tinggal melaksanakannya.
Kalaupun ada persoalan atau hal-hal lain yang menghambat, Askab PSSI Kabupaten Semarang juga bisa berkoordinasi dengan KONI. Sehingga bisa membantu mencari solusi yang terbaik.
Namun, dari apa yang Askab PSSI Kabupaten Semarang sampaikan sepertinya terjadi miskomunikasi dan bahkan Askab tidak memahami penyampaian bidang pembinaan prestasi.
Karenanya, yang terjadi kemudian Askab PSSI Kabupaten Semarang ternyata tidak mendaftar pada BK Porprov Jawa Tengah 2026 untuk cabang olahraga sepak bola.
“Mengapa saya katakan demikian, karena ketika sepak bola tidak bisa terlaksana, tetapi untuk cabang futsal bisa terlaksana (pendaftaran BK porprov). Mengapa ini bisa terjadi?” tegasnya.
BACA JUGA: Asprov PSSI Jateng Siapkan 22 Tim untuk Kualifikasi Sepak Bola Porprov XVII 2026
Demikian pula, ketika cabang olahraga yang lain tidak ada persoalan dan bisa mendaftar BK. “Berarti ada hal yang tidak terpahami oleh pengurus yang bertanggung jawab pada cabang sepak bola tersebut,” tandas Dodi.
Oleh karena itu, lanjut Dodi, terkait hal ini KONI Kabupaten Semarang mengembalikan persoalan ini kepada pengurus Askab PSSI Kabupaten Semarang bagaimana pertanggungjawabannya nanti.
Pasalnya, KONI Kabupaten Semarang tidak memiliki hak untuk melakukan intervensi. Selain hanya mengoordinir, mendorong, dan mengajak pengurus cabang olahraga untuk membangun prestasi.
“Termasuk di dalamnya membangun prestasi di cabang olahraga sepak bola yang ada di Kabupaten Semarang ini,” tandas Dodi bersama beberapa pengurus KONI Kabupaten Semarang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





