Kabut Asap Kebakaran PT Saprotan Utama Jadi Penyebab Polusi Udara di Semarang

Kabut Asap Kebakaran PT Saprotan Utama Jadi Penyebab Polusi Udara di Semarang

Demak, 23/7 (BeritaJateng.tv) – Ibarat tidak makan buahnya tetapi kena getahnya, pepatah tersebut seperti dikeluhkan oleh sebagian besar warga disekitar lokasi kebakaran gudang penyimpanan pupuk milik CV Saprotan Utama yang terjadi pada pukul 17.30 WIB ( Kamis sore) di KM 17.5 Semarang – Purwodadi.

Lantaran kabut asap tebal berwarna putih pekat yang beraroma cairan kimia tersebut menyelimuti perkampungan mereka selama dua hari terakhir ini.

Salah satu warga yang berasal dari Kecamatan Genuk kota Semarang yang kebetulan berada di depan lokasi pabrik yang terbakar tersebut mengaku jika dirinya merasa penasaran, akibat kabut asap dari pabrik yang terbakar.

Mengingat kepulan asap hingga sampai ke lingkungan tempat tinggalnya, padahal jarak antara lokasi kejadian dengan tempat tinggalnya berjarak 8 Km.

” Ini barat tidak makan buahnya tetapi Kena getahnya, pabrik terima hasilnya sedangkan warga yang lain kena dampaknya, asapnya itu sangat mengganggu masyarakat, baunya bikin sesak nafas,” ucap Indra siamo.

Dirinya mengaku sangat menyayangkan pihak pabrik CV Saprotan Utama yang tidak secara maksimal menununtaskan dampak pasca api yang membakar bangunan gudang tersebut padam, mengingat kepulan asap tebal masih nampak keluar dari dalam gudang yang menjulang tinggi hingga ke kota Semarang.

Hingga berita berita ini ditayangkan, perwakilan ataupun pemilik pabrik CV Saprotan utama belum memberikan konfirmasi apapun kepada media terkait dampak asap masih terus terjadi dan mencemari udara hingga ke kota Semarang. (BW/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.