SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebut angka kasus kanker payudara di Kota Semarang menjadi perhatian setelah tercatat mencapai 3.636 kasus.
Di tengah tingginya angka tersebut, Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus) menghadirkan teknologi Cryosurgery. Metode ini katanya, sebagai alternatif penanganan kanker dengan menghancurkan jaringan tumor menggunakan suhu sangat rendah.
Rektor Unimus Prof. Masrukhi mengatakan, Cryosurgery menjadi metode pengobatan kanker pertama di Kota Semarang. Teknologi ini dia harapkan dapat memperluas pilihan penanganan bagi pasien kanker.
“Alhamdulillah bersamaan dengan International Conference on Cryosurgery, Rumah Sakit Unimus juga meluncurkan pengobatan kanker dengan Cryosurgery. Tidak dengan kemoterapi ya,” kata Masrukhi belum lama ini.
BACA JUGA: Bukan Cuma Fisik, Psikolog Sebut Kesehatan Mental Perlu Disiapkan Sejak Muda Sebelum Menopause
Dia berkata, Cryosurgery bekerja dengan memanfaatkan suhu ekstrem untuk menghancurkan jaringan tumor.
Lokasi kanker terlebih dahulu ada deteksi menggunakan laparoskopi sebelum tindakan pembekuan dengan suhu hingga minus 180 derajat Celsius.
“Kanker itu dideteksi berada di mana melalui laparoskopi, kemudian tembak, dinginkan sampai minus 180 derajat. Nah, itu kanker sudah aman di situ,” katanya.
Masrukhi berharap kehadiran teknologi tersebut dapat memberikan alternatif pengobatan yang lebih nyaman bagi pasien. RS Unimus juga dia harapkan mampu mengembangkan layanan tersebut agar dapat masyarakat yang membutuhkan akses.
Berlanjut dengan Tindakan Operasi
Direktur RS Unimus M Riza Setiawan mengatakan, penerapan teknologi tersebut akan berlanjut dengan tindakan langsung melalui operasi kanker payudara.
RS Unimus, kata dia, juga telah menerima pasien yang menghubungi rumah sakit untuk berkonsultasi mengenai prosedur tersebut.
BACA JUGA: Viral Faskes ‘Hantu’ di Kaligarang Semarang, Dinas Kesehatan Cek Legalitas Praktik
Untuk mendukung penerapan teknologi tersebut, RS Unimus telah mengirimkan lima dokter ke Tiongkok guna mengikuti pelatihan Cryosurgery.
“Untuk kasus pertama akan ada live surgery untuk kanker payudara. Insya Allah ke depan juga sudah ada pasien-pasien yang memang kontak ke kami untuk tindakan ini,” ucapnya.





