SEMARANG, beritajateng.tv – Moh Taufik resmi terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026-2031. Kepastian ini diperoleh setelah ia meraih dukungan mayoritas dalam Musyawarah PMI Kabupaten Semarang yang digelar di Aula Rumah Kemasan Kompleks PLUT, Tintang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam musyawarah tersebut, Taufik mengantongi 20 suara dari total 21 suara sah. Sementara itu, ketua petahana, Djarot Supriyoto, mendapatkan satu suara.
Sebelum terpilih, Taufik menjabat sebagai Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Semarang periode 2021-2026 di bawah kepemimpinan Djarot.
BACA JUGA: Serahkan Hasil Bulan Dana PMI 2025, Bupati Semarang Harap Alokasi Kegiatan Sosial Ditingkatkan
Usai terpilih, Taufik menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia berjanji akan memprioritaskan program sosial yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
“Kami akan fokus pada kegiatan maupun program bantuan sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat, sesuai dengan arahan Bupati Semarang,” ungkap Taufik.
Sebelumnya, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, berpesan agar pengurus baru mengutamakan program yang realistis dan responsif. Ia menekankan pentingnya peran PMI sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana bersama BPBD dan instansi terkait lainnya.
Bupati Dorong Sinergi PMI Kabupaten Semarang dengan Pemda hingga Swasta
Ngesti juga mendorong optimalisasi sinergi antara PMI dengan pemerintah daerah, DPRD, serta sektor swasta. Salah satu yang menjadi sorotan adalah peningkatan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Pada tahun 2026, Pemkab Semarang telah menganggarkan Rp6 miliar dari APBD untuk program BPJS Kesehatan. Kami harap PMI dapat terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan tersebut,” tandas Bupati.
Sementara itu, perwakilan PMI Jawa Tengah, Prof. Adji Samekto, mengingatkan pengurus baru agar cermat dalam menentukan program kerja.
BACA JUGA: Tingkatkan Layanan, PMI Kabupaten Semarang Segera Layani Produk Darah Leukodepleted
Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap kinerja badan publik kini semakin kritis, terutama dengan masifnya penggunaan media sosial.





