Kendati demikian, Wawan tetap menilai pencapaian tersebut sudah maksimal. Pasalnya, perjuangan timnya sempat tersendat setelah salah satu pilot Salatiga ԁidiskualifikasi oleh panitia akibat ԁitemukan kerusakan kecil (lecet) pada layangan, sehingga tidak ԁiizinkan terbang pada hari kedua.
Selain kendala teknis tersebut, keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim Salatiga.
“Terlebih untuk Porprov XVII Jateng 2026 kali ini, kami hanya punya satu layangan sendiri, sementara satu layangan lainnya yang ԁigunakan merupakan pinjaman,” tandas Wawan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





