SEMARANG, beritajateng.tv – Satreskrim Polres Semarang dan Polres Grobogan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengakibatkan bos Royal Phone Ambarawa, Chandra Waskito (25), meninggal dunia.
Selain mengumpulkan petunjuk dan barang bukti, jajaran kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi. Setidaknya tujuh orang saksi telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengatakan korban juga telah menjalani otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
“Apa yang menyebabkan korban meninggal dunia, tentu masih menunggu hasil otopsi keluar. Nanti kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian supaya lebih pasti dan lebih tepat,” jelasnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Jumat 7 Agustus 2026.
BACA JUGA: Polda Jateng Ungkap 61 Pencurian pada Mei 2026, Spesialis Curanmor Pati Bobol Motor dalam Empat Detik
AKBP Heru menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan terhadap jenazah korban, ada temuan luka serius pada bagian belakang kepala. Namun, pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab luka tersebut, termasuk apakah karena benda tumpul atau benda lainnya.
Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama di toko HP Royal Phone Ambarawa, penyidik menemukan bercak darah dan serpihan tulang yang diduga merupakan bagian dari tulang tengkorak korban.
Tim penyidik juga menemukan sejumlah barang di dalam toko yang ikut hilang. “Dugaan kuat barang-barang tersebut juga pelaku bawa,” jelasnya.
Kemudian, dari hasil olah TKP kedua, polisi menemukan korban berada di dalam mobil dalam kondisi sudah meninggal dunia. Di dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi AD 1398 YJ tersebut, polisi juga menemukan sekitar 53 unit handphone.
Terkait petunjuk dan hasil temuan dari kedua TKP, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus tersebut.
BACA JUGA: Marak Pencurian Peralatan Musik Gereja di Getasan Semarang: Sound System hingga Alat Multimedia
Kapolres Semarang meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus perampokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu dapat segera terungkap.
“Kepada masyarakat, saya juga meminta untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penegakan hukum yang saat ini masih dilakukan oleh jajaran Polres Semarang,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





