SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah kandang kambing di Kampung Jetis Nglarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa 20 Agustus 2024 sekitar pukul 09.00 WIB dan membuat sebanyak 23 ekor kambing mati terpanggang.
Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo menyebut insiden itu bermula dari aktivitas keluarga korban yang membakar sampah di tungku dekat kandang.
BACA JUGA: Video Kebakaran Hotel Sidomukti Cepu Tepat di Hari Kemerdekaan
“Di sekitar tungku banyak kayu bakar sehingga membakar dapur dan merambat ke kandang kambing milik korban. Yang berada di belakang rumah,” katanya, Rabu 21 Agustus 2024.
Saat kejadian, warga sekitar berupaya memadamkan api yang menjalar ke kandang kambing itu. Setelah tiga armada pemadam kebakaran terjun, api berhasil padam sekitar pukul 10.20 WIB.
“Kalau satu ekor kambing harganya Rp 2,5 juta, total kerugian mencapai Rp 60 juta,” katanya.
Sementara itu, Wakiman (56) korban tak kuasa menahan kesedihan melihat seluruh kambing miliknya mati terbakar.
Saat itu, Wakiman sedang berada di ladang menjemur jagung yang baru saja ia panen. Dia mengetahui peristiwa itu dari tetangganya.
Dia bilang anak perempuannya yang berada di rumah tak bisa berbuat apa-apa melihat api yang kian membesar. Posisi saat itu, mayoritas tetangganya tak berada di rumah karena bekerja.
Habis Tak Bersisa
“Aduh kambing saya habis. Saya sedih, lemas, nangis. Tetapi yang namanya nasib mau bagaimana lagi,” kata Wakiman, yang telah beternak sejak 2017 itu.
Dia hanya tak menyangka bahwa kambing yang dirawatnya sejak kecil mati dalam sekejap. Kendati begitu, Wakiman tak mau terus-menerus meratapi kesedihan.
“Kalau di rasakan malah nangis terus, nanti jadi kemana-mana. Saya masih semangat ternak kambing, nanti kalau ada rezeki mau beli lagi,” katanya.
Seluruh ternak milik Wakiman bermula dari dua ekor kambing yang di terima dari program hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada 2017.
Kelompok Tani Pragolopati Makmur Muhammad Asroni mengatakan telah menyampaikan peristiwa ini kepada Dinas Pertanian Kota Semarang.
“Seluruh kambing sudah dikubur. Kami berharap semoga dapat perhatian dan bantuan lagi dari Pemkot Semarang,” kata Muhammad.(*)
Editor: Elly Amaliyah





