Pasokan air juga menjadi bagian penting dalam proses pemadaman. Damkar mendapat bantuan suplai dari tangki DLH, PDAM, serta sumber air yang tersedia di kawasan TPA Jatibarang.
Petugas juga menggunakan pompa portable untuk mengalirkan air ke titik-titik yang membutuhkan penanganan.
“Ini kami lakukan sampai selesai dan pastikan sudah tidak ada titik api hingga pendinginan,” ujarnya.
Api Berada di Zona Sampah Tidak Aktif
Rianung menyebut lokasi kebakaran berada di Zona 3. Area tersebut merupakan zona yang sudah tidak aktif digunakan untuk pembuangan sampah.
“Luasan yang terbakar kurang lebih 1.000 meter. Berada di Zona 3, yang merupakan zona sampah yang tidak aktif atau tidak digunakan lagi,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas memprioritaskan penyekatan agar api tidak bergerak menuju area lain yang masih berpotensi terdampak.
Hingga Selasa pagi, proses pemadaman dan pendinginan masih berjalan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kobaran.
Penyebab Kebakaran Masih dalam Penyelidikan
Di tengah penanganan kebakaran, penyebab munculnya api di TPA Jatibarang belum petugas ketahui.
Menurut keterangan Kepala TPA Jatibarang, dugaan sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran belum kita ketahui,” kata Rianung.
Damkar bersama pihak terkait masih fokus memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Langkah tersebut penting karena tumpukan sampah dapat menyimpan bara di bagian dalam meski api di permukaan sudah terlihat terkendali.
Rianung mengatakan petugas akan terus melakukan pemadaman dan pendinginan sampai kondisi lokasi dnyatakan aman.
“Armada yang kita terjunkan di TPA Jatibarang enam unit,” ujarnya.
Penanganan kebakaran juga melibatkan unsur lain untuk mempercepat proses pemadaman. Kolaborasi Damkar, DLH, PDAM, serta pengelola TPA berjalan agar api tidak meluas dan titik panas dapat segera tertangani. (*)





