Jateng

Pekerja Asing di Jateng Ada 22 Ribu, Disnakertrans: Terbanyak China, Tersebar di Kawasan Industri

×

Pekerja Asing di Jateng Ada 22 Ribu, Disnakertrans: Terbanyak China, Tersebar di Kawasan Industri

Sebarkan artikel ini
Pekerja Asing Jateng
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat dijumpai di kantornya, Jumat, 9 Januari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Jateng mencapai 22.338 orang per 31 Desember 2025.

Dari jumlah tersebut, TKA asal Tiongkok menjadi yang terbanyak, berlanjut Korea Selatan dan Jepang. Hal itu terungkap oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.

“Per 31 Desember 2025, jumlah tenaga kerja asing di Jawa Tengah ada 22.338 orang,” ujar Aziz.

BACA JUGA: BPS Catat Lonjakan Wisatawan Asing ke Jateng, Terbanyak Amerika hingga Inggris

Ia merinci, TKA asal Tiongkok mendominasi dengan jumlah 12.358 orang. Selanjutnya, TKA asal Korea Selatan sebanyak 2.311 orang dan Jepang 2.178 orang.

Selain itu, terdapat pula TKA dari India sebanyak 941 orang, serta dari Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Inggris.

“Kalau lihat negaranya, paling banyak dari RRT, kedua Korea Selatan, ketiga Jepang, kemudian India, Amerika, Malaysia, Filipina, Taiwan, sampai Inggris,” ujarnya.

Pekerja Asing di Jateng Tersebar di Industri hingga Pendidikan, Tak Hanya di Kawasan Industri Batang

Aziz menegaskan, TKA di Jawa Tengah tidak hanya bekerja di sektor industri manufaktur, tetapi juga di sektor lain, termasuk pendidikan.

“TKA ini tidak hanya di perusahaan. Ada juga yang bekerja di sektor pendidikan, misalnya guru bahasa asing atau guru di lembaga pendidikan internasional. Itu juga tenaga kerja asing,” jelasnya.

Terkait lokasi kerja, Aziz menyebut TKA tersebar di berbagai kawasan industri di Jawa Tengah. Kawasan Industri Batang (KIB) menjadi salah satu lokasi dengan konsentrasi TKA cukup besar, namun bukan satu-satunya.

“Kalau dari Tiongkok memang banyak. Di KIB ada, tapi tidak hanya di situ. Di Jepara juga banyak, kemudian di Jatengland Industrial Park Sayung, dan kawasan industri lainnya,” katanya.