Jateng

Kebut Perbaikan Ruas Randublatung-Cepu, Ahmad Luthfi Bakal Alihkan Dana Pokir DPRD untuk Infrastruktur Jalan

×

Kebut Perbaikan Ruas Randublatung-Cepu, Ahmad Luthfi Bakal Alihkan Dana Pokir DPRD untuk Infrastruktur Jalan

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis, 4 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengklaim perbaikan ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora telah berjalan.

Sebelumnya, warga Blora sempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan berlubang. Aksi tersebut berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 lalu. Warga meluapkan kekesalan karena kerusakan jalan yang tak kunjung tertangani selama bertahun-tahun.

Aksi tanam pohon pisang terjadi usai pernyataan Luthfi saat menanggapi keluhan jalan rusak dari Wakil Bupati Blora Sri Setyorini. Pernyataan tersebut memantik amarah publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Saat itu, dalam kegiatan Rembuk Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Pengembangan Jekuti (Jepara, Kudus, Pati) dan Banglor (Rembang, Blora) di Kudus, Senin, 26 Mei 2026, Sri menyampaikan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan provinsi Randublatung-Cepu yang rusak parah.

BACA JUGA: Baru Punya Dua, Ahmad Luthfi Siapkan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi Jateng

Menanggapi aduan tersebut, Luthfi meminta agar persoalan yang viral di masyarakat dapat pemda mitigasi melalui pengecekan lapangan dan penyelesaian sesuai kemampuan pemerintah.

Kini, sekitar sepekan usai polemik tersebut mencuat, Luthfi memastikan pengerjaan jalan Randublatung-Cepu telah berjalan dan akan berlanjut melalui dukungan anggaran tambahan pada APBD Perubahan 2026.

Luthfi Sebut Pengerjaan Jalan Sudah Berjalan

Luthfi mengatakan, perbaikan jalan di Blora saat ini telah berlangsung. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memaksimalkan penanganan ruas jalan yang kondisinya belum mantap.

Hal itu Luthfi ungkap usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis, 4 Juni 2026.

“Di Blora sudah, saat ini pengerjaannya sudah berjalan. Bahkan bulan September nanti kita ubah terkait dengan Anggaran Perubahan. Jalan-jalan yang perbaikannya belum maksimal akan kita maksimalkan,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi di Kabupaten Blora.

“Banyak di sana, tapi pada prinsipnya perbaikan infrastruktur jalan tersebut menjadi prioritas kita,” lanjutnya.

APBD Perubahan Disiapkan untuk Tambah Anggaran Jalan, Luthfi Singgung Dana Pokir DPRD

Luthfi mengakui, kebutuhan anggaran perbaikan jalan masih cukup besar. Oleh sebab itu, Pemprov Jawa Tengah akan melakukan penyesuaian melalui APBD Perubahan.

Sejumlah pos anggaran akan ia arahkan untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur jalan yang rusak, salah satunya ialah Dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dari DPRD Jawa Tengah.

“Ya makanya itu, di APBD Perubahan nanti kita sesuaikan anggarannya. Dana Pokir dan lain sebagainya kita revitalisasi untuk kita arahkan kepada penyelesaian masalah infrastruktur jalan,” katanya.

Blora Dapat Rp75 Miliar untuk Penanganan Jalan pada Tahun 2025

Luthfi mengungkap, Kabupaten Blora memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp75 miliar pada tahun 2025 untuk penanganan infrastruktur jalan.

Dari jumlah tersebut, Rp45 miliar dialokasikan untuk jalan provinsi dan Rp30 miliar untuk jalan kabupaten maupun kota.

“Blora itu mendapat alokasi anggaran tahun 2025 sebesar Rp75 miliar. Rinciannya Rp45 miliar untuk penanganan jalan provinsi, dan Rp30 miliar untuk jalan kabupaten/kota,” terangnya.

Ia mengatakan, musim hujan yang berlangsung cukup panjang beberapa waktu lalu turut memengaruhi kondisi jalan di sejumlah daerah termasuk di Blora. Sebab itu, Pemprov Jawa Tengah kembali memetakan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat maupun belum mencapai kondisi mantap.

“Itu anggaran tahun 2025. Nah, di tahun 2026 ini baru kita tata lagi anggarannya. Untuk apa? Ya untuk mengecek mana jalan yang bolong. Karena musim penghujan kita kemarin kan panjang sekali,” ujarnya.

Luthfi mengaku, pihaknya telah mengumpulkan dinas terkait untuk melakukan evaluasi kondisi jalan pascamusim hujan.

“Nah, hari ini mumpung sudah mulai masuk musim kering, maka kita harus cek lagi dan kemarin sudah saya rapatkan. Jadi dinas terkait sudah kita kumpulkan, kita cek lagi mana jalan yang belum mantap kondisinya atau jalan yang rusak berat. Itu harus segera kita selesaikan perbaikannya,” sambung Luthfi.

Luthfi Respons soal Aksi Tanam Pohon Pisang: Sudah Tidak Ada

Saat mendapat pertanyaan mengenai aksi warga yang kembali menanam pohon pisang di jalan rusak Randublatung-Cepu, Luthfi menilai kondisi tersebut sudah tidak lagi terjadi.

BACA JUGA: Bongkar Kongkalikong Kepala Daerah dengan Pengusaha Galian C, Ahmad Luthfi: Kadang Bupati Kita Itu Nakal

Ia pun menegaskan pemerintah akan terus melakukan rekonstruksi terhadap ruas jalan yang masih berlubang agar keluhan masyarakat dapat segera tertangani.

“Enggak ada. Pohon pisangnya juga sudah enggak ada itu,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp