Jateng

Kejar Zero Prevalence 2045, BNN Jateng Bidik Calon Psikolog Tangani Pecandu Narkoba

×

Kejar Zero Prevalence 2045, BNN Jateng Bidik Calon Psikolog Tangani Pecandu Narkoba

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Psikologi Narkoba
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Edi Swasono, saat memberikan kuliah terbuka terkait pencegahan dan penanganan narkoba di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Kamis, 1 Oktober 2026 petang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Kristiana Haryanti, mengatakan kampusnya memang telah memiliki komitmen dalam isu pencegahan narkoba. Kerja sama dengan BNN Jateng kemudian menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan mahasiswa terkait persoalan adiksi.

Unika Soegijapranata bahkan memiliki Center for Addiction Studies (CAS) yang berada di bawah Fakultas Psikologi. Pusat kajian tersebut telah berdiri sejak 2016 dan menjadi wadah pembelajaran serta kegiatan terkait adiksi.

Kepala Center for Addiction Studies Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Indra Dwi Purnomo, mengatakan pihaknya menyiapkan mahasiswa agar memiliki ketertarikan sekaligus kompetensi di bidang adiksi.

“Kami mendukung pemerintah dalam rangka menyiapkan kandidat-kandidat psikolog yang nantinya akan memiliki konsentrasi di bidang adiksi,” kata Indra.

CAS tidak hanya bergerak di lingkungan kampus. Mahasiswa juga ԁilibatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari sosialisasi, skrining, penelitian hingga edukasi mengenai adiksi.

BACA JUGA: Cerita Onad Saat Rehabilitasi Bikin Kaget, Mental Penghuni Rusak-Diajak Kabur Malem-malem

Di dalam pembelajaran Fakultas Psikologi, isu narkoba juga masuk dalam mata kuliah khusus Narkoba dalam Kajian Psikologi. Materi tersebut ԁiharapkan memberikan kompetensi tambahan bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke masyarakat.

“Harapannya mahasiswa tidak hanya belajar horizontal, tapi juga vertikal, salah satunya terkait adiksi,” ujarnya.

Indra menambahkan mahasiswa Unika Soegijapranata juga secara rutin ԁikirim untuk belajar mengenai proses rehabilitasi di fasilitas rehabilitasi milik BNN.

Menurutnya, pembelajaran lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan teori psikologi dengan persoalan adiksi yang ԁihadapi dalam proses rehabilitasi.

“Harapannya nanti mahasiswa-mahasiswa yang lulus memiliki kompetensi dan bisa mendukung program pemerintah. Alumni-alumni kami beberapa juga sudah bekerja di BNN,” katanya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp