Jateng

Kejar Zero Prevalence 2045, BNN Jateng Bidik Calon Psikolog Tangani Pecandu Narkoba

×

Kejar Zero Prevalence 2045, BNN Jateng Bidik Calon Psikolog Tangani Pecandu Narkoba

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Psikologi Narkoba
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Edi Swasono, saat memberikan kuliah terbuka terkait pencegahan dan penanganan narkoba di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Kamis, 1 Oktober 2026 petang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya menekan penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah tidak hanya ԁiarahkan pada pencegahan, tetapi juga memperkuat sisi rehabilitasi. BNN Provinsi Jawa Tengah mulai membidik mahasiswa psikologi sebagai calon sumber daya manusia yang dapat terlibat dalam penanganan persoalan adiksi narkoba.

Hal itu ԁisampaikan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Edi Swasono, saat memberikan kuliah terbuka terkait pencegahan dan penanganan narkoba di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang.

Kegiatan tersebut ԁiikuti sekitar 250 mahasiswa baru Program Studi S-1 Psikologi Unika Soegijapranata angkatan 2026.

Edi mengatakan keterlibatan calon psikolog ԁibutuhkan karena rehabilitasi pengguna narkoba tidak berhenti pada penanganan medis. Aspek psikologis menjadi bagian penting agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif dan tidak kembali ke lingkungan yang mendorong penggunaan narkoba.

“Dalam rangkaian proses rehabilitasi itu ada tiga faktor, rehabilitasi sosial, rehabilitasi medis termasuk rehabilitasi psikologi,” kata Edi pada Kamis, 1 Oktober 2026 petang.

BACA JUGA: ULT P4GN Resmi Beroperasi di Blora, Jadi Langkah Awal Pembentukan BNNK

Menurutnya, psikologi memiliki peran penting dalam memberikan pembekalan kepada pasien selama proses rehabilitasi. Edi menyebut kebutuhan tersebut berkaitan dengan target BNN dalam mendorong Jawa Tengah menuju Zero Prevalence 2045.

“Rata-rata mereka generasi baru mahasiswa-mahasiswa psikologi ini akan sangat positif. Nanti kami berikan informasi tentang wacana, program, strategi sehingga di samping dia belajar, mudah-mudahan ke depan sudah punya arah ikut membantu mem-backup kami dalam kegiatan rehabilitasi,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan rehabilitasi, BNN mengandalkan jaringan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di berbagai daerah. Fasilitas tersebut mencakup rumah sakit daerah hingga puskesmas.

Sementara itu, perguruan tinggi ԁiharapkan berkontribusi melalui penyediaan sumber daya manusia. Mahasiswa psikologi yang memiliki kompetensi di bidang adiksi nantinya dapat mendukung proses rehabilitasi sesuai kebutuhan.

“Dari sisi sumber daya manusianya ke depan prospeknya,” kata Edi.

Kerja Sama Unika dan BNN Jateng Perkuat Pendidikan Mahasiswa Psikologi Terkait Adiksi Narkoba