PATI, beritajateng.tv – Ratusan petani dan nelayan menggelar demo di depan Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati (Dispertan) Pati pada Selasa, 12 November 2024. Adapun alasan di balik demo ini adalah mereka yang mengaku kesulitan mendapatkan solar.
Kabarnya, massa demo tersebut sudah tampak berdatangan di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB. Mereka datang dengan mengendarai motor hingga truk.
Koordinator Aksi Demo Petani Pati, Budi Antoro menilai kondisi ini karena rekomendasi pembelian solar bersubsidi untuk pertanian dialihkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati. Sebelumnya, rekomendasi untuk Kades.
”Kita ingin regulasi di kembalikan ke desa saja. Seperti yang sudah terjadi. Sehingga petani ndak repot,” ujarnya.
BACA JUGA: Gelar Rakerda, Aptrindo Jawa Tengah Bahas Isu Sertifikasi Halal Truk Logistik dan MyPertamina
Di lokasi demo, tampak berbagai spanduk terpampang, bertuliskan ”Sawahku Garing, Goro-goro Solar Angel (Sawahku Kering, Gara-gara Solar)”, ”Drama Korea Tak Seasik Drama Dispertan”, dan ”Kakean Aturan Petani Ora Mangan (Kebanyakan Aturan Petani Tidak Makan).”
Budi juga menerangkan bahwa regulasi baru untuk mendapatkan solar cukup menyusahkan petani, mereka harus menggunakan barcode dan aplikasi pada handphone.
Menurutnya hanya sebagian kecil petani yang memiliki telepon pintar.
”Apalagi ada formulasi di aplikasi untuk pembatasan (pembelian solar). Inilah yang memberatkan petani. Pembatasan kami ambil contoh, mintanya 20 liter solar tapi yang direkomendasikan hanya 15 liter,” kata dia.
Ia memahami memang seharusnya ada pembatasan. Namun, pembatasan tersebut seharusnya tidak menyengsarakan petani.
Oleh karena itu Budi meminta agar regulasi tersebut di ubah.
“Petani minta agar solar mudah, yang beli mudah. Petani tidak minta gratis solar petani solar mau tuku. Mereka bisa di atur. Kalau petani jangan di siksa,” ungkap Budi. (*)





