Jateng

Kemantapan Jalan Provinsi Jateng Turun jadi 84 Persen, PUPR Dapat Tambahan Anggaran Perbaikan Hingga Rp200 Miliar

×

Kemantapan Jalan Provinsi Jateng Turun jadi 84 Persen, PUPR Dapat Tambahan Anggaran Perbaikan Hingga Rp200 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kemantapan Jalan Provinsi | Jalan Randublatung-Cepu
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, saat meninjau ruas Singget-Djoplang-Cepu, Selasa, 9 Juni 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tingkat kemantapan ruas jalan provinsi di Jawa Tengah mengalami penurunan dari sekitar 94 persen pada akhir 2025 menjadi sekitar 84 persen pada 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mendapat tambahan alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar untuk memperluas penanganan ruas jalan sekaligus mengejar target tingkat kemantapan jalan kembali berada di atas 90 persen pada akhir 2026.

Kepala Ꭰinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan tambahan anggaran tersebut ԁiberikan di tengah kondisi kemantapan jalan provinsi yang sedang menurun.

“Saat ini justru untuk ruas jalan provinsi kita mendapat tambahan alokasi anggaran sesuai dengan Perkada. Kita ԁitambahi lagi Rp200 miliar. Semula alokasi kita ada di kisaran Rp340-an miliar, sekarang ԁitambah lagi Rp200 miliar,” ujar Henggar saat beritajateng.tv hubungi melalui WhatsApp, Selasa, 11 Agustus 2026 sore.

Tambahan anggaran tersebut, kata Henggar, turun sekitar awal Juli 2026 dan ԁiharapkan dapat mempercepat penanganan ruas jalan provinsi yang membutuhkan perbaikan.

“Mudah-mudahan penanganan ruas jalan provinsi ini dapat terlaksana dengan baik, karena posisi saat ini tingkat kemantapan ruas jalan provinsi sedang turun,” katanya.

BACA JUGA: Hujan Turunkan Kemantapan Jalan di Jateng, Ahmad Luthfi: Kalau di Makkah Jalannya Mulus Terus Gak Pernah Kena Air

Henggar menjelaskan, pada akhir 2025 tingkat kemantapan jalan provinsi Jawa Tengah masih berada di angka 94 sekian persen. Namun, pada 2026 angkanya turun menjadi sekitar 84 persen.

“Pada akhir 2025, tingkat kemantapannya ada di 94 sekian persen, sekarang turun menjadi sekitar 84 persen,” jelasnya.

Dengan tambahan anggaran tersebut, PUPR Jateng menargetkan kondisi kemantapan jalan kembali meningkat hingga di atas 90 persen pada penghujung tahun.

“Mudah-mudahan dengan tambahan ini, target kita di akhir 2026 tingkat kemantapannya bisa naik lagi di atas 90 persen,” tutur Henggar.

Sejumlah ruas jalan provinsi kini mulai ԁipersiapkan untuk masuk proses tender dengan menggunakan alokasi tambahan anggaran tersebut.

Henggar menyebut beberapa lokasi yang akan mendapatkan penanganan antara lain ruas jalan di Cepu, Kelet-Keling, dan Wonogiri.

BACA JUGA: Target Kemantapan Jalan, DPU Binmarcipka Kebut Perbaikan Ruas Pati-Jepara hingga Grobogan–Blora

“Banyak ya, saat ini sudah kita persiapkan untuk proses tender, di antaranya ruas jalan di Cepu, kemudian ruas Kelet-Keling, dan ada lagi di Wonogiri. Ini semua mendapat alokasi dari tambahan anggaran kemarin,” ujarnya.

Menurut Henggar, pekerjaan di sejumlah ruas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kembali kondisi jalan provinsi setelah tingkat kemantapannya mengalami penurunan.

Dari sejumlah ruas yang ԁisiapkan, Henggar menyebut Jalan Kelet-Keling di Kabupaten Jepara menjadi salah satu ruas dengan alokasi anggaran terbesar. Menurut perkiraannya, ruas tersebut mendapat alokasi sekitar Rp29 miliar dari anggaran penanganan jalan.

Namun, Henggar belum memastikan angka tersebut secara detail karena masih terdapat beberapa perubahan dalam pengalokasian anggaran.

“Ruas Kelet-Keling (Jepara). Di sana seingat saya teralokasi sekitar Rp29 miliar,” ungkap Henggar. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp