Nasional

Kemenhaj Buka Suara soal Dugaan Pungli Jemaah Haji di Tanah Suci

×

Kemenhaj Buka Suara soal Dugaan Pungli Jemaah Haji di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Gagal Ginjal hingga Patah Kaki, 6 Jemaah Haji Asal Semarang Gagal Berangkat Ke Tanah Suci
Ilustrasi jemaah haji. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap jemaah haji Indonesia di Tanah Suci sempat menjadi sorotan publik pada musim haji 2026. Menanggapi hal tersebut, otoritas Kementerian Haji langsung melakukan penelusuran dan klarifikasi kepada pihak terkait.

Petugas kemudian memanggil Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menjalani proses tabayun terkait dugaan biaya tambahan yang ramai diperbincangkan.

Hasil pemeriksaan yang berlangsung dalam konsolidasi di Masjid Hotel Durrat Rahaf, Makkah, Rabu, 13 Mei 2026, menyatakan bahwa biaya tambahan tersebut bukan pungli.

Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menjelaskan uang yang di bayarkan jemaah merupakan tarif resmi layanan tambahan yang sifatnya opsional.

BACA JUGA: Aduan Pungli PKL Pleburan Proses Penyelidikan, Polisi Masih Enggan Ungkap Identitas Ormas yang Terlibat

Biaya tersebut untuk jasa pendorongan kursi roda bagi jemaah saat menjalani umrah wajib maupun tawaf di area Masjidil Haram.

Ihsan menegaskan layanan tambahan tetap boleh selama pihak KBIHU dan jemaah menyepakati biaya secara terbuka dan transparan.

“Setelah kita klarifikasi memang hal tersebut jelas, jadi antara KBIH dengan jamaahnya clear. Hal yang lain yang tidak jelas tentu kita akan tindak,” tegas Ihsan Faisal, Kamis, 14 Mei 2026.

Selain membahas dugaan pungli, pertemuan itu juga menyoroti aturan city tour atau wisata kota bagi jemaah haji.

Sebelumnya, Kemenhaj telah mengeluarkan surat edaran yang melarang perjalanan antar kota. Hal ini karena khawatirnya mengganggu kondisi fisik jemaah menjelang puncak ibadah haji.

Namun demikian, wisata religi di sekitar area hotel Kota Makkah masih diperbolehkan dengan syarat penyelenggara melapor kepada petugas sektor setempat.

Menurut Ihsan, koordinasi antara petugas dan KBIHU menjadi hal penting. Yakni untuk menjaga ketertiban dan keamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, jumlah jemaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi terus mengalami peningkatan. Hingga kini, sekitar 300 kloter penerbangan telah mendarat di Tanah Suci.

Lebih dari 250 kloter di antaranya sudah berada di Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

“Dan per tanggal besok ya, itu kloter-kloter akhir gelombang pertama akan didorong dari Madinah, termasuk rekan-rekan petugas pun nanti di tanggal 15 Mei akan datang ke Makkah,” jelas Ihsan.

BACA JUGA: Dua Menteri Apresiasi MPP Semarang, Sebut Pelayanan Cepat, Gratis dan Tanpa Pungli

Kedatangan kloter terakhir dari Madinah nantinya menandai berakhirnya operasional Daerah Kerja Madinah. Setelah itu, seluruh petugas haji akan di pusatkan di Makkah guna mempersiapkan puncak ibadah di Arafah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp