SEMARANG, beritajateng.tv – Karesidenan Banyumas sukses memperkenalkan beragam makanan khasnya dalam acara 10th Komukino USM (Jateng Bungah) yang berlangsung pada Kamis, 19 Desember di Auditorium USM. Ratusan pengunjung antusias menikmati sajian kuliner Nusantara atau pagelaran budaya, terutama dari wilayah Banyumas.
Makanan khas Banyumas yang dipamerkan dalam acara tersebut meliputi bakso kupat, gethuk goreng isi, dan es sirup salak. Stannya menjadi daya tarik utama dengan dekorasi tradisional yang menampilkan unsur budaya Banyumas, seperti batik khas Banyumasan dan tester makanan lemet.
Menurut Rendy, perwakilan dari Karesidenan Banyumas, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman kuliner khususnya daerah Banyumas kepada masyarakat luas dan generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan khas Banyumas tidak hanya lezat tetapi juga memiliki nilai budaya yang mendalam. Ini adalah bagian dari upaya melestarikan warisan kuliner lokal,” ujar Rendy.
BACA JUGA: Festival Komukino, Cara Modern Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Angkat Budaya Jateng
Selain mencicipi makanan, pengunjung juga diajak untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan beberapa makanan khas. Salah satunya adalah lemet. Kuliner ini terbuat dari singkong dan gula merah.
Karesidenan Banyumas beri pengalaman menarik bagi pengunjung
Karesidenan Banyumas membuat performance art berupa edukasi cooking class tentang masakan lemet yang menghadirkan langsung orang Banyumas.
Ketua panitia 10th Komukino USM, Daniel, menyampaikan apresiasi kepada Karesidenan Banyumas atas partisipasi aktifnya.
“Kuliner adalah cara terbaik untuk mengenalkan budaya daerah. Partisipasi Banyumas sangat memperkaya keberagaman acara ini. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin di masa depan,” ungkap Daniel.
Acara 10th Komukino USM menjadi ajang penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk berbagi edukasi mengenai makanan khas, desa wisata yang ada di daerah Jawa Tengah, sekaligus melestarikan budaya ataupun kuliner khas yang ada di daerah Jawa Tengah. Dengan partisipasi Karesidenan Banyumas, cita rasa dan budaya Banyumas kini semakin dikenal luas, tak hanya di wilayahnya, tetapi juga di kalangan masyarakat se-Jawa Tengah. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





