SEMARANG, beritajateng.tv – Mahasiswa Arsitektur dari Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Soegijapranata Catholic University (SCU) menggelar pameran karya di Taman Budaya Raden Saleh. Pameran Karya tersebut berlangsung mulai tanggal 21-25 Juni 2023, sekaligus sebagai ajang pembukaan Pameran Gilo-Gilo.
Kepala Program Studi Arsitektur Christian Moniaga S.T. M.Ars. mengatakan, tujuan dari Pameran Gilo-Gilo karya mahasiswa Prodi Arsitektur adalah untuk memperkenalkan rancangan desain arsitektur dengan kekhasan ramah lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Pameran ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan karya-karya mereka. Beberapa desain bangunan menampilkan bangunan masa depan, terintegrasi dengan alam, dan bahkan memiliki rancangan berkelanjutan yang ramah lingkungan,” jelasnya kepada beritajateng.tv.
Selain menampilkan desain bangunan futuristik, Pameran Gilo-Gilo ini juga menyajikan proyek-proyek komunitas yang menunjukkan bagaimana arsitektur dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan hidup masyarakat.
“Sedangkan model arsitektur yang sedang ngehits adalah biophilic. Atau arsitektur konstruksi yang menggabungkan antara bangunan dengan sentuhan alam melalui keberadaan lingkungan buatan. Selain itu juga ada arsitektur wellsnes atau memperhatikan kesehatan psikologis manusia,” imbuhnya.
Pameran Gilo-Gilo: Tren Arsitek Soal Pemanfaatan AI
Sementara itu, Christian tak menampik bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut berpengaruh terhadap perkembangan dunia desain arsitektur.
Menurutnya, alih-alih sebagai tantangan, AI malah dapat membantu para arsitek. Bantuan tersebut ialah dalam mencari rancangan ide dasar sebelum nantinya dapat terealisasikan menjadi desain yang lebih matang.
“Kecerdasan buatan atau AI itu dalam dunia arsitektur kita pandang sebagai salah satu fasilitas yang bisa membantu para arsitek itu mencari ide dasar. Nantinya direalisasikan menjadi desain yang lebih baik di tangan para arsitek,” ungkap Christian.
Lebih lanjut, Christian menjelaskan bahwa AI memiliki pendekatan melalui Big Data. Pendekatan itu memiliki kepresisian dalam mencari gagasan dasar menjadi lebih tajam. Nantinya, tugas para arsitek adalah mengkontrol gagasan tersebut sesuai kebutuhan.





