“Kalau biasanya pelatihan setiap hari Jumat-Minggu itu dari ibu-ibu Bhayangkari dan Dharmawanita. Selebihnya juga ada anak-anak, komunitas. Kalau yang hari ini kami sinkronkan dengan P5 di sekolah untuk sekaligus outing class,” ucap Aik.
BACA JUGA: Hari Batik Nasional, Ratusan Siswa di Blora Ikuti Fashion Week Batik Casual
Untuk pelatihan ada 6 jenis mulai dari membuat batik dari canting, mewarnai, membuat alas kaki, merajut, hingga menyulam dan outing class. Aik menyebut pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan semua kalangan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga berbagai instansi maupun komunitas yang ada di Kota Semarang.
“Jadi anak-anak itu tidak hanya mengetahui mall saja tapi juga pasar tradisional. Pasar ini merupakan kebanggan Kota Semarang selain belajar kita juga meramaikan agar pasar tradisional dapat bergejolak seperti jaman dulu kala,” harapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





