SEMARANG, beritajateng.tv – Mengenalkan konsep demokrasi kepada remaja bukanlah hal yang mudah. Perlu pendekatan khusus untuk mengajarkan siswa sekolah menengah pentingnya menyuarakan aspirasi mereka. SMK Muhammadiyah 1 Semarang punya cara unik. Yakni mengajak siswanya berpartisipasi aktif dalam gelaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui pameran.
Dengan mengangkat tema bertajuk ‘Suara Demokrasi’, para siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang pun bebas mengembangkan bakat dan minatnya. Khususnya dalam menyuarakan aspirasinya.
BACA JUGA: Anwar Abbas Larang Penggunaan Simbol Muhammadiyah untuk Dukung Capres
Siswa SMK 1 Muhammadiyah tampak aktif menunjukkan kreativitasnya, baik dengan menyanyikan lagu, membaca puisi, berpidato, hingga membuat poster.
Semua karya seni tersebut dibuat dengan indah oleh para siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Tak lupa menyiratkan pesan demokrasi.
Sepanjang ruangan, terpajang lukisan tokoh demokrasi dan pemimpin daerah. Lukisan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Presiden RI Joko Widodo, Presiden RI ke-4 Gus Dur, dan berbagai tokoh politik lainnya terpajang rapi meramaikan pameran.
BACA JUGA: Usai Viral, Peneliti BRIN Meminta Maaf kepada Muhammadiyah
Tak hanya itu, ajakan-ajakan untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024 mendatang juga tergambar melalui poster. Mengingat sebagian siswa SMK sudah menginjak usia 17 tahun dan bisa menggunakan hak pilihnya.
Pameran jadi wadah berkarya siswa
Wakil Kepala Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Semarang Dwi Kartika mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan wadah bagi siswa untuk eksplorasi dan berkarya.
“Kami memberikan wadah bagi siswa untuk berkarya. Serta memberikan kebebasan pada mereka sesuai dengan bakat minatnya,” ucap Dwi Kartika, Jumat, 23 Juni 2023.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kota Semarang Sutarto menyebut pameran ini sebagai ajang pembelajaran sekaligus pengenalan bagi siswa menjelang pesta demokrasi 2024 nanti.
“Mereka akan berpartisipasi dalam Pemilu untuk pertama kali. Sebentar lagi ada Pilpres, Pileg. Jadi, anak kita kenalkan demokrasi dari tingkat paling kecil melalui Pilketos,” ungkap Sutarto.
Gelar pameran ini bukan kali pertama bagi sekolah tersebut mengenalkan demokrasi kepada siswanya. Beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengundang KPU Kota Semarang untuk memberikan materi demokrasi, khususnya asas-asas Pemilu. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





