Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineJatengNews Update

Kepala Desa Banyubiru Beberkan Tips Terapkan Digitalisasi Tanpa Rogoh APBDes

×

Kepala Desa Banyubiru Beberkan Tips Terapkan Digitalisasi Tanpa Rogoh APBDes

Sebarkan artikel ini
Para narasumber Focus Group Discussion (FGD) "Digitalisasi Desa di Kabupaten Semarang" yang digelar di Mr Boy Cafe and Resto, Banyubiru, Kabupaten Semarang. (ardhi/beritajateng.tv)

SEMARANG, 22/11 (beritajateng.tv) – Desa-desa di Kabupaten Semarang didorong menerapkan digitalisasi secara optimal. Baik dalam memberikan informasi, pelayanan publik, maupun meningkatkan perekonomian. Saat ini baru sekitar 20-30 persen desa di Kabupaten Semarang yang menerapkan digitalisasi secara optimal. Namun ke depan ditargetkan seluruh desa mampu menerapkannya.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Diskominfo Kabupaten Semarang Vega Lazuardi dalam Focus Group Discussion (FGD) “Digitalisasi Desa di Kabupaten Semarang” yang digelar di Mr Boy Cafe and Resto, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jumat (18/11/2022). Kegiatan tersebut digelar Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Vega mengatakan, saat ini seluruh desa di Kabupaten Semarang sudah menerapkan digitalisasi mulai dari yang sederhana hingga secara optimal. Sebagian besar memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi tentang desa. “Website desa sudah memberikan informasi terkait jumlah penduduk, struktur organisasi desa, hingga dokumentasi desa,” katanya dalam FGD yang dipandu moderator Ricky Fitriyanto tersebut.

Dia menambahkan, sebagian desa lainnya menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan layanan publik hingga menumbuhkan perekonomian masyarakat. Hanya saja jumlahnya baru sedikit.

“Hanya sekitar 20-30 persen. Ke depan kami dorong seluruh desa menerapkan digitalisasi secara optimal karena visi misi Pak Bupati Semarang adalah menciptakan Kabupaten Semarang yang berdikari, yang ditekankan berkepribadian dan mandiri, serta tidak tergantung orang lain. Memang tidak bisa langsung semua menerapkan digitalisasi secara optimal,” paparnya.

Vega Lazuardi, menjelaskan secara singkat bahwa digitalisasi bisa dikatakan pemindahan analog ke digital. Untuk itu, masyarakat juga harus upgrade agar bisa mengikuti perkembangan zaman secara baik dan bijak. Menurut dia, digitalisasi hanyalah alat yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pembelajaran online dan bisnis online.

“Contohnya jual beli online lebih praktis karena kita tidak harus memiliki toko karena tokonya bisa lewat aplikasi jual beli yang ada. Selain dampak positif, ada pula dampak negatifnya. Dalam hal ini, masyarakat harus bijak menggunakan layanan digital dan harus lebih teliti,” jelasnya.

Dikatakan Vega, Pemkab Semarang terus memperluas jumlah desa yang tersambung internet secara fisik. Setiap tahun Diskominfo Kabupaten Semarang memberikan sambungan internet di 20 desa di 19 kecamatan. Sumber daya manusia (SDM) di desa sendiri perlu berubah agar bisa menerapkan digitalisasi.

“Saya yakin kepala desa di Kecamatan Banyubiru ini bagus-bagus dan punya inovasi. SDM tinggal diarahkan mana yang bisa diarahkan. Apalagi masyarakat masih paternalistik, manut dengan pimpinan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan