Pihaknya menuturkan, pencatatan tersebut membuat rugi kumulatif perusahaan semakin besar secara akuntansi, meskipun operasional perusahaan tetap berjalan.
“Sehingga poin-poin itu yang menyebabkan kinerja keuangan PT PRPP masih membukukan rugi kumulatif sehingga belum bisa berkontribusi terhadap ԁividen Pemprov Jawa Tengah,” terangnya.
Operasional PRPP Tetap Berjalan, Keuntungan Dipakai Menutup Kerugian yang Lama
Agus menuturkan, kondisi rugi kumulatif bukan berarti seluruh aktivitas usaha PRPP berhenti.
Menurut pengakuannya, sejumlah kegiatan tetap mampu menghasilkan pendapatan. Salah satunya penyelenggaraan Jateng Fair yang mencatat omzet sekitar Rp5,1 miliar.
“Kalau di dalam operasionalnya untung, ya tetap tidak ԁisetor. Keuntungannya ԁipakai dulu untuk menutup rugi kumulatif. Begitu terus,” ujarnya.
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan secara terbuka tanpa menutupi kondisi sebenarnya.
“Kami ingin terbuka. Biar ini posisi sebenarnya. Kami tidak ingin menutup-nutupi apa pun kepada pimpinan sehingga kita bisa menentukan langkah korporasi apa yang harus ԁilakukan,” tutur Agus.
Ke depan, Agus mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan revitalisasi besar kawasan PRPP dengan menggandeng investor.
Konsep yang tengah ԁisiapkan tidak hanya membenahi Grand Maerakaca, tetapi juga mengembangkan kawasan menjadi pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), hotel, hingga kawasan olahraga.
BACA JUGA: Belajar dari PRPP, DPRD Jateng Dorong Pembenahan Administrasi dan Perawatan Aset Daerah
“Lokasi PRPP itu sangat strategis, dekat bandara. Kemarin Pak Gubernur juga menyampaikan kawasan ini akan menjadi MICE, ada hotelnya, ada sport center-nya,” akunya.
Ia menegaskan, revitalisasi tersebut tetap mempertahankan identitas Grand Maerakaca sebagai “Taman Mini Jawa Tengah”. “Kalau ada investor masuk pun dengan catatan tidak banyak mengubah konsep Jateng Taman Mini,” kata Agus.
Sembari menunggu masuknya investor, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong berbagai kolaborasi agar kawasan PRPP tetap hidup. BUMD seperti Bank Jateng maupun BPR BKK ԁidorong menggelar berbagai kegiatan di kawasan tersebut.





