SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto mendorong anak muda berperan dalam politik. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam politik akan ikut menentukan arah bangsa ke depan.
Hal tersebut Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto ungkapkan saat menjadi narasumber dalam Training Legislatif Dasar (TLD) 2024 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unnes, belum lama ini.
BACA JUGA: Kembali Jabat Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto: Pimpinan Baru Diumumkan Lewat Paripurna
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, peran anak muda cukup krusial. Ia mencontohkan pada tahun 1945, sejumlah pemuda nekat menculik Bung Karno dan memaksa untuk mengumumkan Kemerdekaan Indonesia.
Tindakan tersebut mereka lakukan dalam situasi politik yang berbahaya. Langkah tersebut sulit dibayangkan dilakukan oleh orang dewasa yang terlalu banyak berhitung akan risiko.
“Saat itu momennya tepat dan anak muda menjadi garda terdepan dalam upaya terwujudnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” kata politisi asal Karanganyar tersebut.
Ia menambahkan, pada tahun 1998, anak muda, utamanya mahasiswa juga menjadi garda terdepan lahirnya reformasi. Mereka saat itu melawan gerakan represif dan menumbangkan Orde Baru.
Yang paling terkini, anak-anak muda menjadi motor turunnya aksi massa memprotes revisi UU Pilkada untuk mengegolkan calon tertentu.
Ketua DPRD Jawa Tengah sebut anak muda dominasi jumlah pemilih
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengungkapkan, pada Pemilu 2024, sebanyak 57 persen dari total pemilih adalah pemilih muda, yaitu Gen Z dan Milenial. Karena itu, preferensi politik anak muda akan mempengaruhi jalannya dinamika politik. Meski begitu, mayoritas partisipasi politik anak muda baru sampai mencoblos saat pemilu.
“Di sisi lain, anak muda juga banyak yang apatis dengan politik. Padahal. banyak kebijakan terkait hajat hidup orang banyak ditentukan oleh aktor-aktor politik,” ujarnya.
Lebih lanjut Sumanto mengatakan, anak muda bisa berperan lebih dalam politik dan tak sekedar menjadi pemilih dalam Pemilu. Yaitu dengan bergabung menjadi anggota partai politik, aktif dalam organisasi atau menjadi aktivis, hingga memberikan edukasi politik melalui konten di sosial media.
BACA JUGA: Sumanto Kembali Terpilih jadi Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Pacul: Sudah Fix!
Ia juga menyambut baik munculnya banyak legislator muda. Menurutnya, anak muda yang masuk lembaga legislatif memiliki peran strategis dalam menentukan arah politik bangsa. Mereka dapat berperan dalam menyuarakan aspirasi anak muda, memperjuangkan keadilan dan kesetaraan, hingga mendorong inovasi dan perubahan.
Meski begitu, Sumanto mengakui sistem pemilu proporsional terbuka yang mendorong kompetisi secara liberal menjadi hambatan anak muda untuk terjun ke politik.
“Sistem kita yang proporsional terbuka ini mengharuskan orang berkompetisi secara liberal, yang utama modal. Ini menjadi kendala bagi anak muda yang setelah lulus kuliah tentu ingin mendapatkan penghasilan. Sedangkan parpol tak memungkinkan untuk itu. Mereka yang bergabung di partai tetapi tak menjabat jabatan, hanya dapat ilmu,” paparnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





