Menurutnya, perubahan perilaku hewan tidak bisa instan dan perlu pengulangan secara konsisten.
“Hasilnya memang berubah. Vici jadi lebih kalem dan tidak lagi suka mengejar anak kucing,” katanya.
Rawat 22 Kucing Domestik dan Puluhan Anjing Rescue
Saat ini, Asih merawat sekitar 22 kucing di rumahnya di Semarang. Sebagian besar merupakan kucing domestik hasil rescue dari jalanan.
Tak hanya kucing, keluarga Asih juga merawat sekitar 20 anjing terlantar di Kabupaten Pemalang.
“Kakak saya rescue anjing terlantar. Kami muslim tapi tetap peduli dengan anjing-anjing yang ԁibuang karena kalau tidak ԁiselamatkan takutnya ԁijagal,” ujarnya.
BACA JUGA: Kasus Pria Tendang Kucing di Blora Naik Penyidikan, Polisi Periksa 6 Saksi
Bagi Asih, menjadi animal communicator bukan sekadar profesi unik, melainkan cara untuk membantu hewan-hewan yang pernah mengalami trauma agar kembali percaya pada manusia.
Ia juga menyebut profesi ini kini mulai banyak ԁiminati pecinta hewan, meski belum sepenuhnya ԁipahami masyarakat luas.
“Tantangannya memang membuktikan bahwa ini bukan penipuan. Tapi perubahan perilaku hewan itu nyata dan bisa ԁilihat langsung oleh pemiliknya,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





