BANYUMAS, beritajateng.tv – Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Irfan Khafid (16) tetap teguh merajut mimpinya menjadi seorang prajurit TNI. Anak buruh tani asal Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ini menemukan jalan baru untuk menggapai cita-citanya melalui pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyumas.
Siswa kelas 10-B ini dulunya bersekolah di SMP Negeri 2 Cilongok. Saat duduk di kelas 8 dan 9, ia kerap kesulitan membeli lembar kerja siswa (LKS) karena penghasilan kedua orang tuanya sebagai buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ԁiterimanya belum sepenuhnya mencukupi.
Peluang baru terbuka ketika ia mendaftar ke Sekolah Rakyat. Sejak Juli 2026, Irfan resmi menjadi siswa SRT 1 Banyumas.
Bagi Irfan, sekolah berasrama ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter. Jika dulu ia langsung bermain sepulang sekolah, kini waktunya lebih banyak ԁiisi dengan belajar dan berkegiatan bersama teman-teman asrama.
“Kalau dulu di SMP, pulang sekolah langsung main. Di sini setiap hari bisa bersama teman-teman, lebih asyik karena semua ԁilakukan bersama-sama,” ujar Irfan.
Kehidupan asrama juga melatihnya mengatur waktu dan menjaga disiplin. Demi mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI, ia memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada untuk rutin berlari dan menjaga kebugaran tubuh.
Irfan berpesan kepada anak-anak lain yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar tidak pernah patah semangat.
“Terus semangat belajar saja. Masih ada kesempatan,” katanya.
Impian Menjadi Desainer
Harapan serupa tumbuh dalam diri Diva Aprilia (12), siswi kelas 7-B SRT 1 Banyumas. Sebelum masuk sekolah ini, ia bersekolah di SD Negeri Datar, Kecamatan Sumbang. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.





