Pengalaman beradaptasi dengan kehidupan berasrama juga ԁirasakan Aina Fathiyaturahma (13), siswi kelas 8-B yang sebelumnya bersekolah di SD Negeri 3 Cilangkap, Kecamatan Gumelar. Dia telah mengikuti program Sekolah Rakyat selama lebih dari setahun, sejak kegiatan masih berlangsung di fasilitas sementara atau sentra, hingga kemudian berpindah ke gedung sekolah.
Ayah Aina telah meninggal dunia, sedangkan ibunya berjualan kue dan lauk-pauk untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam kondisi tersebut, kesempatan belajar di Sekolah Rakyat memberinya ruang untuk membangun kemandirian, sekaligus menata cita-cita.
Aina merasa kehidupan berasrama membuatnya lebih ԁisiplin dan mampu mengurangi waktu bermain telepon seluler. Dia juga dapat lebih berkonsentrasi belajar karena kegiatan hariannya berlangsung secara teratur.
“Senang saja karena bisa lebih fokus belajar, mengurangi main HP, terus bisa hidup mandiri dan lebih ԁisiplin lagi,” katanya.
Meskipun tinggal jauh dari keluarga, Aina masih mendapat kesempatan bertemu ibunya yang biasanya datang sekitar sebulan sekali. Kerinduan terhadap rumah menjadi bagian dari proses penyesuaian yang harus ԁia jalani.
BACA JUGA: Kisah Inspiratif Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Merajut Mimpi di Balik Keterbatasan
Di luar pelajaran, Aina memiliki dua impian, yakni menjadi atlet bola voli dan penulis novel. Ketertarikannya pada bola voli bermula ketika melihat orang bermain di dekat rumah. Sejak kelas empat sekolah dasar, ia mulai mengikuti latihan dan menjadikan atlet nasional Wilda Siti Nurfadila sebagai salah satu inspirasinya.
Di kelas, Aina menyukai matematika karena senang berhadapan dengan angka dan perhitungan. Ia menyadari hasil belajarnya sempat menurun ketika kurang berkonsentrasi. Pengalaman itu menjadi pengingat untuk memperbaiki kebiasaan belajar.
Bagi ԁia, terus belajar, terus fokus belajar, terus fokus dalam satu mimpi dulu adalah kunci mewujudkan cita-cita.
Aina berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik dapat menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki masa depan keluarga.





