Menyapa Nusantara

Merajut Mimpi dan Masa Depan dari Bangku Sekolah Rakyat

×

Merajut Mimpi dan Masa Depan dari Bangku Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Banyumas
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Banyumas mengerjakan tugas kelompok dalam kegiatan bersama kadet Universitas Pertahanan (Unhan) di Aula SRT 1 Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: Antara/Sumarwoto)

Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah membangun Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu dan kehidupannya masih sederhana. Dengan program SR itu ԁia bisa belajar dan mengurangi, memutus rantai kemiskinan.

Membangun karakter

Kepala SRT 1 Kabupaten Banyumas Siti Isbandiyah mengatakan perubahan positif mulai terlihat pada siswa yang telah mengikuti program sejak 2025. Perubahan itu, terutama tampak pada karakter, peningkatan kompetensi, serta pembiasaan ԁisiplin.

Sementara itu, siswa angkatan baru yang telah menjalani pendidikan selama lebih dari dua bulan masih terus menyesuaikan ԁiri dengan pola kehidupan berasrama. Pada tahap awal, mereka mengikuti masa matrikulasi untuk mempersiapkan kondisi fisik, emosional, dan mental sebelum menjalani pembelajaran secara penuh.

Proses adaptasi menjadi bagian penting karena siswa datang dari latar belakang dan kebiasaan yang beragam. Sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman, sekaligus memiliki kesempatan berkembang.

Dia bersyukur karena anak-anak muridnya sudah mulai betah. Dari yang tadinya tidak betah menjadi betah, yang tadinya masih kangen orang tua, sekarang sudah mulai bisa terhibur dengan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik.

Kegiatan siswa tidak hanya berpusat pada pembelajaran di kelas. Rutinitas mereka juga mencakup aktivitas ekstrakurikuler pada pagi dan sore hari, kegiatan keagamaan, serta mengaji pada malam hari. Kegiatan kokurikuler bertema lingkungan turut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar.

Jumlah kegiatan ekstrakurikuler meningkat dari tujuh kegiatan pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 14 kegiatan saat ini. Sekolah juga memetakan bakat dan minat siswa agar kegiatan yang tersedia dapat mendukung pengembangan potensi mereka.

Dari pemetaan terkait bakat dan minat anak-anak, nantinya akan ԁikoordinasikan dengan pihak-pihak ketiga untuk membantu perkembangan mereka, terutama kompetensinya.

BACA JUGA: Usai Kasus Pengeroyokan di Pati, Mensos Siapkan Langkah Cegah Perundungan di Sekolah Rakyat