Sesaat setelah bertemu dengan Tim SAR dan relawan, isak tangis Vio langsung pecah. Vio bahkan tak ragu memeluk bapak-bapak Tim SAR yang tak ia kenali.
Setelah mengisi tenaga dengan makan dan minum, mereka kemudian turun ke basecamp. Perjalanannya pun tak mudah karena Tim SAR dan relawan harus membuka jalur baru.
Rombongan baru tiba di basecamp sekitar pukul 15.00 sore. Uniknya, Vio turun dengan berjalan kaki sendirian dan tanpa bantuan tandu.
“Sebenarnya itu turunnya jalan kaki karena enggak ada yang nawarin tandu; kalau ditawarin ya mau ditandu, sih,” kekehnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




