Ekbis

Kisah Sukses Sendang Kun Gerit: Sinergi Warga dan Bank Jateng Ciptakan Ekosistem Ekonomi Mandiri

×

Kisah Sukses Sendang Kun Gerit: Sinergi Warga dan Bank Jateng Ciptakan Ekosistem Ekonomi Mandiri

Sebarkan artikel ini
Lokasi Wisata Sendang Kun Gerit. (Dok.)
Lokasi Wisata Sendang Kun Gerit. (Dok.)

SRAGEN, beritajateng.tv – Dusun Sidorejo, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan di Kabupaten Sragen. Lewat statusnya sebagai desa dampingan Bank Jateng, kawasan wisata Sendang Kun Gerit berhasil mengoptimalkan potensi lokalnya hingga kini mampu menyedot rata-rata 20.000 pengunjung setiap bulannya.

Berjarak hanya sekitar 2-3 km dari akses utama Jalan Gemolong-Plupuh, Sendang Kun Gerit memadukan pesona pemandian mata air alami dengan fasilitas wisata yang komprehensif. Pengunjung dimanjakan dengan kehadiran Padukuhan Sukowati, waterboom, area pemancingan, villa dan glamping, serta tiga restoran favorit yakni Resto Kun Gerit, Panguripan, dan Sukowati.

Kesuksesan Sendang Kun Gerit tidak lepas dari campur tangan dan sinergi yang kuat dengan Bank Jateng. Hal ini Sugiman Totok ungkap, selaku pengelola kawasan wisata Sendang Kun Gerit. Ia memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan berkelanjutan dari bank pelat merah tersebut.

“Kehadiran Bank Jateng membawa dampak yang sangat masif bagi kemajuan Sendang Kun Gerit. Sebagai desa dampingan, kami tidak hanya disupport dari sisi infrastruktur-seperti berdirinya fasilitas pendopo yang bersumber dari dana CSR Bank Jateng tetapi juga dari sisi digitalisasi keuangan. Penggunaan QRIS Bank Jateng membuat transaksi pengunjung menjadi jauh lebih praktis dan transparan. Bank Jateng benar-benar hadir menggerakkan denyut nadi perekonomian warga desa kami,” tegas Sugiman Totok.

BACA JUGA: Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas Siap Perkuat Pengawasan dan Manajemen Risiko

Pendopo multifungsi yang dibangun dari dana CSR Bank Jateng tersebut kini menjadi denyut nadi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di kawasan tersebut. Sepanjang tahun 2026, tercatat lebih dari 750 event sukses terselenggara, mulai dari meeting instansi, workshop, wedding, hingga acara privat keluarga.

Manajemen pengelolaan Sendang Kun Gerit patut menjadi percontohan. Digerakkan oleh BUMDes, pengembangan kawasan ini didanai melalui skema urunan hasil Musyawarah Desa. Hebatnya, hingga kini tercatat ada 1.069 investor lokal dari masyarakat Jatibatur yang turut mendanai. Juga menikmati hasil dari putaran ekonomi desa mereka.