Berbeda dengan Lili dan Lala, pasangan kembar lainnya Albarani dan Atayafi, yang akrab disapa Alba dan Ata, mulanya tak ingin berada di satu sekolah yang sama saat SMA.
Sebelumnya, Alba mengaku sudah satu sekolah dengan saudaranya sejak duduk di bangku SD. Alba dan Alta lolos SMAN 3 Semarang melalui jalur mutasi PTO (perpindahan orang tua).
“Kalau awalnya sih karena dari SD sampai SMP sudah bareng terus, jadi kaya mendingan, ‘Apa SMA pisah saja gitu ya?’ Tapi kan orang tua bilang, ‘Enggak, kamu bareng saja nanti, enggak ngaruh-ngaruh amat’, jadi ya sudah bareng,” tutur Alba.
Mulanya, Alba dan Ata sempat ingin memilih SMAN 1 Semarang sebagai salah satu sekolah mereka agar tidak dalam satu sekolah yang sama.
BACA JUGA: Momen Langka! 4 Pasang Kembar hingga Masuk SMAN 3 Semarang Tahun Ini
Alasannya, satu sekolah sejak SD dan SMP membuat pasangan kembar tersebut merasa bosan.
“Bisa Ata di Smansa atau saya di Smansa. Iya, bosan. Jadi kami tuh suka misah gitu. Kalau ke teman-teman ya pisah-pisah kayak enggak pernah bareng gitu lah. Bareng gitu mungkin kalau ya Ata tanya ke saya gitu pernah di rumah. Tapi kalau kegiatan bareng di luar gitu jarang,” aku Alba.
Berbeda dengan Lili dan Lala, Alba dan Ata memiliki cita-cita yang berbeda. “Kebetulan beda ya, kalau Ata belum paham dia mau ke mana, tapi kalau saya kalau tidak ke teknik ya ke ke lingkungan, kalau tidak ke lingkungan ya ke dokter lah,” jelasnya.
Tak cuma berbeda cita-cita, Alba pun menyebut ia memiliki kepribadian yang berbeda dengan saudaranya.
“Ata itu kebetulan tidak terlalu pusing sama lingkungan sekitarnya. Jadi ya sudah dia jalani saja hidupnya, tidak peduli gitu kan. Bahkan kalau sekolah pun dia jarang, keluar-keluar itu jarang, sukanya di rumah. Kalau saya beda lagi, berkebalikannya gitu; ya lebih suka keluar saja, gitu bedanya,” pungkasnya.





