Jateng

KKMP Sampangan Semarang Masih Tutup, Operasional Tunggu Agrinas dan Aturan Baru

×

KKMP Sampangan Semarang Masih Tutup, Operasional Tunggu Agrinas dan Aturan Baru

Sebarkan artikel ini
kkmp semarang
Suasana KKMP Sampangan, Kota Semarang, yang sudah ditutup, Kamis, 20 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aktivitas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kota Semarang, hingga kini belum kembali berjalan setelah pengosongan gedung operasionalnya.

Koperasi tersebut masih menunggu kepastian masuknya PT Agrinas serta regulasi baru dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margaritha Mita Dewi Sopa mengatakan kondisi KKMP Sampangan masih dalam tahap menunggu. Karena itu, seluruh unit usaha koperasi tersebut untuk sementara belum kembali beroperasi.

“Kalau di Sampangan nunggu Agrinas masuk. Jadi unit usahanya masih nonaktif dulu semuanya,” kata Mita.

Ia menjelaskan, kondisi itu berbeda dengan sebagian KKMP lainnya di Kota Semarang. Pemerintah kota masih menunggu aturan baru yang saat ini dalam proses harmonisasi di tingkat pusat.

“Kalau kami tetap sesuai regulasi. Jadi nunggu Perpres turun. Saat ini masih harmonisasi di pusat,” ujarnya.

Mita menyebut jumlah KKMP yang sudah melakukan pergerakan unit usaha di Kota Semarang mencapai 154 koperasi. Sementara itu, masih ada koperasi yang belum memiliki gerai karena terkendala ketersediaan tempat.

BACA JUGA: Dekopinda Sebut Polemik KKMP Sampangan Hanya Miskomunikasi dan Siap Mediasi 

Ia meminta KKMP yang belum memiliki gerai tetap menjalankan kegiatan organisasi sambil menunggu regulasi lanjutan.

“Yang belum ada gerainya saya minta untuk tetap jalan menunggu regulasi yang selanjutnya,” katanya.

Menurut Mita, pembangunan gerai pada tahap awal memang memiliki ketentuan tertentu. Pemerintah pusat sebelumnya menetapkan kebutuhan lahan sekitar 1.000 meter persegi dengan bangunan sekitar 600 meter persegi.

Setelah pembangunan tahap 2026 rampung, pemerintah akan menunggu aturan baru yang mengatur kemungkinan pengembangan KKMP di lahan dengan ukuran lebih terbatas.

Di sisi lain, geliat usaha KKMP yang sudah berjalan menunjukkan adanya potensi ekonomi yang cukup besar. Mita menyebut omzet masing-masing koperasi berbeda, tergantung jenis dan skala usaha yang di kembangkan.

KKMP Dadapsari menjadi salah satu yang mencatat omzet tinggi karena tidak hanya mengandalkan penjualan sembako. Koperasi tersebut juga mengembangkan usaha lain, termasuk kafe.