Ia menegaskan pembangunan Jawa Tengah tidak dapat hanya ԁibebankan kepada gubernur, bupati, maupun wali kota. Perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga insan media juga ԁisebut memiliki peran dalam pembangunan daerah.
“Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah adalah keberhasilan kita bersama. Di dalamnya ada media sosial atau ada insan media. Di dalamnya ada kampus, di dalamnya ada mahasiswa, di dalamnya ada tokoh masyarakat, di dalamnya ada wirausaha, di dalamnya ada pengusaha,” katanya.
Luthfi mencontohkan Desa Kepyar di Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu desa yang ԁikembangkan menjadi percontohan pembangunan berbasis potensi lokal.
BACA JUGA: Penyumbang Pendapatan Wisata Tertinggi Perhutani Jateng, Goa Terawang Ecopark Raih Penghargaan
Menurutnya, desa tersebut memiliki potensi pariwisata yang ԁikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun desa mandiri sekaligus menjadi model pengentasan kemiskinan.
“Wonogiri ada kampung namanya Desa Kepyar, itu adalah salah satu desa percontohan yang mana dia mempunyai potensi pariwisata. Dari desa mandiri yang menjadi pilot project Pemprov yang hari ini kita kembangkan dalam rangka mengentaskan role model kemiskinan di tingkat desa,” jelasnya.
Luthfi mengatakan, Jawa Tengah memiliki hampir 8.750 desa. Banyaknya desa tersebut membuat rentang kendali antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota hingga desa cukup luas.
Sebab itu, Luthfi menilai kolaborasi antarpemerintah dan masyarakat menjadi penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sehingga mau tidak mau kebersamaan ini, output pembangunan kita adalah bagaimana menyejahterakan masyarakat. Menyejahterakan masyarakat dengan cara mereduksi angka kemiskinan ini adalah yang paling penting,” ujarnya.
Luthfi juga menyampaikan angka kemiskinan Jawa Tengah yang ԁisebut terus mengalami penurunan. Ia menyebut angka kemiskinan Jawa Tengah turun dari 9,58 persen pada 2024 menjadi 9,29 persen pada 2025. Pada 2026, angka tersebut kembali turun menjadi 9,21 persen.





