SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengklaim sektor pariwisata Jawa Tengah mampu menarik sekitar 42 juta pengunjung sepanjang periode terakhir. Angka tersebut, menurutnya, bahkan mengungguli jumlah pengunjung Bali.
Luthfi menyampaikan klaim tersebut saat membuka rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam hematnya, capaian tersebut menunjukkan Jawa Tengah semakin menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Apalagi, kata dia, Jawa Tengah memiliki sekitar 1.000 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah.
“Kita semuanya menyadari di saat ekonomi global, keterbatasan fiskal, Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan wisata. 42 juta masyarakat kita ‘tumplek blek’ dolan ning nggone Jawa Tengah. Dengan 1.000 desa wisatanya, dengan desa wisata aglomerasi, dan lain sebagainya,” ujar Luthfi.
Bahkan, Luthfi menyebut sektor pariwisata Jawa Tengah telah menjadi sentra kreatif nasional nomor satu di Indonesia berdasarkan penghargaan yang ԁiterima.
“Wisata Jawa Tengah menjadi sentra kreatif nasional nomor 1 di Indonesia. Bali kalah pengunjungnya,” katanya.
Luthfi menilai tingginya kunjungan wisata tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Jawa Tengah memiliki kondisi yang aman dan nyaman, baik bagi wisatawan maupun investor.
BACA JUGA: Bidik Ledakan Pariwisata 2027, Pemkot Semarang Percepat Program Quick Win untuk UMKM
“Lah, ini membuktikan bahwa Jawa Tengah adalah tata tentrem kerto raharjo, aman guliman, tidak hanya untuk berinvestasi tetapi juga berwisata,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menyampaikan sejumlah capaian Jawa Tengah di umur yang ke-81. Ia menyebut hingga 20 Agustus 2026, Jawa Tengah telah menerima hampir 53 penghargaan dari pemerintah pusat.
Baginya, penghargaan tersebut bukan semata-mata hasil kerja Pemprov Jawa Tengah. Namun, tutur Luthfi, capaian itu merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat di Jawa Tengah.
“Keberhasilan ini adalah keberhasilan seluruh stakeholder di tempat kita, bupati, walikota, aspek masyarakat semuanya ikut sengkuyung, nyawiji jadi satu dalam rangka membangun Jawa Tengah,” ujarnya.





