Jateng

Klaim Pilkada Tak Pengaruhi Investasi di Jateng, Kepala DPMPTSP: Investor ke Kantor Kami Setiap Minggu

×

Klaim Pilkada Tak Pengaruhi Investasi di Jateng, Kepala DPMPTSP: Investor ke Kantor Kami Setiap Minggu

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari saat membacakan realisasi investasi triwulan III di kantornya, Senin, 21 Oktober 2024. (Dok: DPMPTSP Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi politik jelang Pilkada 2024 diklaim tak memengaruhi iklim investasi di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkap perilaku investor di Jawa Tengah tetap sama. Meskipun tengah berlangsung momen Pilkada 2024.

“Pemilihan presiden, pilkada daerah, kami melihat antusias pelaku usaha, calon investor tetap sama. Investasi mereka tetap sama, tidak ada perbedaanya, sepertinya tidak terpengaruh oleh politik,” ujar Sakina saat konferensi pers di kantornya, Senin, 21 Oktober 2024.

Menurutnya, kondisi itu terjadi lantaran adanya hubungan harmonis antara investasi dan industri di Jawa Tengah.

“Kami melihat Jawa Tengah ini iklim investasi dan hubungan industrialnya sangat harmonis Ini membantu kami ketika investasi, mereka tertarik dan tidak ada yang ragu-ragu melakukan investasinya,” ujarnya.

BACA JUGA: Singapura jadi Investor Tertinggi di Jateng, DPMPTSP: Target Investasi Telah Capai 82 Persen

Sakina menyebut, minat investor asing yang datang ke Jawa Tengah dibuktikan oleh banyaknya tamu yang datang setiap pekan ke kantornya.

“Buktinya hampir setiap minggu kita dapat tamu. Undangan peresmian investasi atas kemarin, setahun, dua tahun belakangan ini mereka mulai membangun,” jelasnya.

Pergantian Presiden tak pengaruhi investor, Sakina klaim investasi terus naik

Lebih lanjut, Sakina menegaskan tren investasi di Jawa Tengah selalu meningkat. Hal itu, kata Sakina, menunjukkan bahwa tak ada kekhawatiran investor terhadap pemberitaan Jawa Tengah.

“Pelaku usaha nampaknya tidak khawatir dengan pemberitaan apapun. Yang pasti dengan competitiveness dari investasi di Jateng, mereka melihat infrastruktur, kemudian sumber daya manusianya, dan hubungan industrial yang harmonis,” tegasnya.

Pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto pun, Sakina sebut, tak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah.

“Nyatanya pemberitaan apapun, pergantian kepemimpinan negara, kemudian provinsi juga dilihat sebagai hal yang tidak mempengaruhi mereka melakukan investasi,” tandasnya.

Realisasi investasi capai Rp17,49 triliun pada triwulan III

Sebelumnya, realisasi investasi triwulan III Provinsi Jawa Tengah menyentuh angka Rp17,49 triliun. Adapun realisasi itu mampu menyerap sebanyak 128.808 tenaga kerja dengan jumlah proyek sebanyak 18.029.

Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima pada Senin, 21 Oktober 2024, sektor industri tekstil masih menjadi penyumbang tertinggi dalam kategori penanaman modal asing (PMA), yakni sebesar Rp2,612 triliun.

Sementara sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang tertinggi dalam kategori penanaman modal dalam negeri (PMDN), senilai Rp1,38 triliun.

Pada triwulan III, Singapura menjadi investor terbesar di Jawa Tengah, dengan nilai investasi Rp2,163 triliun. Disusul oleh Hongkong Rp1,986 triliun.

BACA JUGA: Jawa Tengah Tak Masuk 5 Besar Penanaman Modal Asing: Realisasi Investasi UKM Tertinggi Ke-4

Kemudian Korea Selatan dengan nilai realisasi investasi Rp1,858 triliun dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) senilai Rp1,113 triliun.

Kabupaten Kendal menjadi lokasi PMA dengan jumlah realisasi investasi terbanyak pada triwulan III, yakni Rp3,43 triliun. Sementara Kota Semarang menjadi lokasi PMDN dengan jumlah realisasi terbanyak, yaitu Rp1,444 triliun. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp