JAKARTA, beritajateng.tv – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengklaim sejumlah penjabat (Pj) kepala daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dicopot lantaran tidak mau berpihak ke pasangan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming.
Menurutnya, Pj kepala daerah yang kena copot jabatan itu mendapat perintah untuk berpihak ke Prabowo-Gibran. Meski demikian, ia menyebut mereka tetap ingin independen menjelaskan tugasnya.
BACA JUGA: PDI Perjuangan Paling Besar, Ini Daftar Dana Kampanye 18 Parpol Peserta Pemilu 2024 Rilisan KPU RI
“Ada Pj-pj yang sebenarnya netral tetapi kemudian karena tidak mau menjalankan suatu keberpihakan kepada 02 (Prabowo-Gibran), itu diganti. Itu terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, juga di Jawa Timur,” ujar Hasto di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 14 Januari 2024.
Ia meyakini tindakan-tindakan intimidasi oleh kubu Prabowo-Gibran seperti mencopot Pj kepala daerah tidak akan berpengaruh. Sebab, menurutnya, masyarakat Indonesia yang menyaksikan berbagai intimidasi malah akan berbalik melawan Prabowo-Gibran.
BACA JUGA: Tolak Laporan Awal Dana Kampanye 15 Parpol, KPU Jateng: PDIP, Demokrat, Garuda Sudah Kami Terima
Hasto mengingatkan bahwa banyak masyarakat yang mempercayai mitologi Ratu Adil. Oleh sebab itu, ketika rakyat mendapat tekanan justru malah akan memberikan perlawanan.
“Saat ini ada fenomena unspoken voters (pemilih yang belum menentukan pilihan), mereka akan menyampaikan suaranya kepada Ganjar-Mahfud pada saat ke TPS (tempat pemilihan suara). Kekuatan diam ini yang menjadi kunci dari kemenangan Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” tuturnya.
BACA JUGA: Soroti Spanduk Caleg Rusak Pepohonan, Aktivis Lingkungan: Padahal Dana Kampanyenya Besar
Sebelumnya, Hasto juga mengungkapkan calon presiden Ganjar Pranowo rajin berkampanye di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena di dua provinsi pendukungnya banyak menerima intimidasi.
Bentuk intimidasi yang ia maksud terjadi kepada kepala desa. Bahkan, intimidasi itu sudah bersebaran di media sosial. Berbagai rekaman yang menunjukkan oknum-oknum TNI, Polri, Kejaksaan ada yang menunjukkan ketidaknetralan. (ant)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




