Ekbis

Kolaborasi Industri dan Pemerintah Dorong Jateng Capai Target 21,32 Persen Energi Terbarukan

×

Kolaborasi Industri dan Pemerintah Dorong Jateng Capai Target 21,32 Persen Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Industri dan Pemerintah Dorong Jateng Capai Target 21,32 Persen Energi Terbarukan
Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pabrik Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Permintaan sudah ada, tinggal bagaimana kami mengakomodasinya agar semua bisa terlayani. Kami berharap semakin banyak industri yang mengikuti langkah CCEP Indonesia karena tanggung jawab terhadap energi bersih adalah milik kita bersama,” kata Daniel.

Ia menambahkan, hingga September 2025, total kapasitas daya terpasang PLTS Atap di Indonesia mencapai 708 MWp, dan 567 MWp di antaranya berasal dari sektor industri.

Di Jawa Tengah, terdapat sekitar 2.000 hingga 2.500 industri yang telah menggunakan PLTS Atap dengan beban puncak mencapai 88 MWp.

“PLN sangat berkomitmen untuk mendukung terwujudnya energi bersih. Kami menyiapkan berbagai kebijakan, termasuk penambahan kuota PLTS Atap dan layanan hijau seperti Green Tariff serta Renewable Energy Certificate (REC),” ujarnya.

Komitmen Industri untuk Bisnis Berkelanjutan

Peralihan industri ke energi bersih bukan hanya didorong oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga strategi keberlanjutan dan tuntutan pasar global.

Head of Sustainability CCEP Indonesia, Natasha Gabriella, menjelaskan bahwa langkah perusahaan beralih ke energi terbarukan dipicu oleh faktor internal dan eksternal.

Dari sisi internal, inovasi produk PLN seperti Green Tariff dan REC membuat investasi energi terbarukan lebih terjangkau.

Sementara dari sisi eksternal, regulasi internasional seperti di Uni Eropa dan Amerika Serikat mewajibkan pelaporan emisi karbon dan penerapan pajak karbon bagi industri yang belum ramah lingkungan.

“Kalau kami ingin bisnis ini bertahan jangka panjang, bahkan seratus tahun ke depan, maka semua proses harus berkelanjutan,” jelas Natasha.

CCEP Indonesia kini memanfaatkan PLTS Atap di Pabrik Semarang yang berdiri di atas lahan seluas 13.722 meter persegi dengan 2.197 modul surya. Sistem berkapasitas 1,2 MWp ini mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan energi harian pabrik. Dan menurunkan emisi hingga 1.700 ton CO₂e per tahun.

Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, menegaskan bahwa transisi energi bersih tidak berhenti di instalasi panel surya. Perusahaan terus menjajaki kerja sama dengan kawasan industri dan menilai berbagai opsi energi ramah lingkungan lain.