Komitmen Atasi Stunting, Pemkot Gelar Lomba Masak Kudapan Bernilai Gizi Tinggi

Plt Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu berfoto dengan peserta lomba masak kudapan bernilai gizi tinggi. /foto: Ellya.

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Semarang menggelar lomba masak kudapan bernilai gizi tinggi untuk anak-anak penderita stunting.

Ketua DWP Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin mengatakan lomba memasak kudapan khas Semarang berupa lumpia yang dikreasikan untuk bisa diberikan kepada anak stunting ini diikuti oleh 48 tim dari DWP dan 10 tim dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

Lies mengatakan jika biasanya lumpia dikemas dengan balutan kulit dari tepung yang diguling dengan isian orak arik rebung, kali ini lumpia dikreasikan dengan berbagai bentuk yang bisa menarik anak-anak seperti dibentuk sushi, sandwich hingga ekado. Namun yang paling penting adalah angka kecukupan gizi (AKG) dari satu buah lumpia itu sendiri.

“Kita bikin lomba masak lumpia tapi yang bisa disukai anak-anak. Tapi yang paking penting itu nilai gizinya yang kita nilai karena kita fokus untuk dimakan oleh anak-anak stunting,” kata Lies usia pengumuman pemenang lomba masak lumpia di Hall Balaikota Semarang, Jumat (25/11).

Pihaknya mengaku saat ini pemerintah tengah fokus dalam penurunan angka stunting, sehingga diharapkan melalui lomba memasak kudapan untuk anak stunting ini bisa membawa dampak positif dalam penurunan angkanya di Kota Semarang.

“Dinas perikanan menjadi juara satu karena mereka menggunakan bahan dasar ikan yang sudah memiliki nilai gizi tinggi dan menggunakan campuran lain yang tidak menggunakan MSG karena kalau dari produk ikan kan lebih gurih dan lebih enak dan nilai gizi juga tinggi,” paparnya.

Nantinya kumpulan resep dari peserta lomba ini akan dibukukan agar bisa diberikan kepada masyarakat untuk sosialisasi pembuatan makanan bergizi untuk anak stunting.

“Harapan kami ingin menggerakkan ibu-ibu untuk berinovasi dan hal ini bisa memungkinkan anggota DWP memiliki usaha dibidang pengolahan pangan sehingga bisa mendapatkan tambahan ekonomi bagi keluarga dan hasil yang didapat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kecukupan gizi,” jelasnya.

Sementara itu Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan dengan adanya lomba masak untuk anak stunting ini diharapkan bisa di tiru oleh ibu-ibu yang memiliki anak terutama anak-anak yang masuk dalam kategori stunting.

Ita, sapaan akrabnya, meminta agar resep yang dibukukan ini nantinya bisa diperbanyak dan bisa dijadikan kenang-kenangan atau cenderamata dari Kota Semarang tentang memasak lumpia dengan AKG yang tinggi.

“Harapannya bisa berkesinambungan tidak hanya lumpia tapi menu tradisional dari semarang lainnya yang ada nilai gizi, cita rasa enak dan mudah dibuat,” ucap Ita. (Ak/El)

Leave a Reply