BANYUMAS, beritajateng.tv – Komunitas ojek online yang tergabung dalam Ojol LLJ Banyumas Raya menyatakan dukungan terhadap kebijakan work from home (WFH) yang tengah pemerintah ujicobakan.
Mereka menilai kebijakan tersebut mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Pembina Ojol LLJ Banyumas Raya, Saharza Ananda Sylviano, mengatakan para pengemudi merasakan langsung perubahan kondisi lalu lintas saat mobilitas masyarakat menurun.
“Ketika WFH diterapkan, jalanan terasa lebih lancar. Waktu tempuh jadi lebih singkat dan konsumsi bahan bakar juga berkurang. Ini sangat membantu kami dalam bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lalu lintas yang lebih longgar membuat pengemudi dapat menyelesaikan lebih banyak perjalanan dalam waktu yang sama, sehingga berdampak pada efisiensi operasional.
Ia juga menepis anggapan bahwa kebijakan WFH akan menurunkan pendapatan pengemudi ojek online. Justru, kata dia, pola permintaan layanan menjadi lebih merata sepanjang hari.
“Order memang tidak menumpuk di jam sibuk seperti biasanya, tapi jadi lebih tersebar. Ini membuat ritme kerja kami lebih stabil dan tidak terlalu melelahkan,” jelasnya.
BACA JUGA: Wali Kota Semarang Bakal Pangkas Anggaran BBM, Siapkan WFH ASN Tiap Jumat
Selain berdampak pada efisiensi kerja, Arza menilai berkurangnya kemacetan juga memberikan efek positif terhadap kondisi psikologis pengemudi di jalan.
“Kalau jalan tidak macet, tingkat stres juga berkurang. Ini tentu berdampak pada kualitas kerja dan keselamatan,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan WFH seharusnya dilihat sebagai bagian dari perubahan pola kerja di era modern, bukan sebagai ancaman bagi sektor transportasi.
“WFH bukan berarti aktivitas ekonomi berhenti, tetapi berubah. Kami harus bisa beradaptasi dengan pola baru ini,” tegasnya.
Ojol LLJ Banyumas Raya berharap pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut, termasuk memperkuat infrastruktur digital agar penerapannya semakin optimal.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, kebijakan WFH menurutnya berpotensi menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan, menghemat energi, serta menjaga produktivitas masyarakat di tengah perubahan pola kerja. (*)
Editor: Elly Amaliyah





