Kondisi Pasutri Oknum Polres Blora Diduga Selewengkan Dana PNBP Rp 3 Miliar

Kepala Rutan Kelas IIB Blora, Tri Joko Wiyono

BLORA, 17/5 (BeritaJateng.tv) – Pasutri  oknum anggota Polres Blora yakni EFJ dan Em saat ini berada di Rumah Tahanan kelas IIB Blora, Jawa Tengah.

Keduanya diduga terlibat menyelewengkan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polres Blora pada 2021 sebesar Rp 3 miliar.

Kepala Rutan Kelas IIB Blora, Tri Joko Wiyono menjelaskan kondisi kedua oknum polisi yang saat ini ditahan di tempat tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini yang bersangkutan sehat,” ucap Tri Joko saat ditemui wartawan di Kantornya, Selasa (17/5/2022).

Pasutri oknum itu mulai masuk ke rutan Blora  sejak 11 Mei 2022 lalu, sebagai titipan tahanan kejaksaan negeri Blora.

Sebelum ditempatkan dengan para penghuni rutan lainnya, keduanya sedang menjalani masa orientasi sekitar 2 minggu. Sehingga mereka ditempatkan di sel khusus yang berada di Rutan Blora.

“Iya di sel khusus, yang terhindar dari blok-blok yang lain. Kita memantau kesehatannya, kemudian tentang cara pergaulan akan kita kasih masukan-masukan seperti apa, kemudian ada juga pembinaan,” jelasnya.

Ditambahkan Tri Joko, selama seminggu mendekam di rutan, kedua oknum polisi tersebut belum pernah dijenguk oleh anggota keluarganya.

“Untuk keluarga selama ini belum kita izinkan karena ada aturan yang selama covid belum diizinkan untuk menjenguk, tapi kalau untuk memberikan pakaian atau makanan dari luar kepada yang bersangkutan kita fasilitasi dan setiap hari kita terima sampai batas jam 4 sore,” jelas dia.

Meski demikian, pihak rutan juga memfasilitasi layanan video call bagi penghuni rutan yang ingin berkomunikasi dengan anggota keluarganya.

Sekadar diketahui, kedua oknum polisi tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi PNBP sekitar Rp 3 miliar.

Kasus tersebut terungkap saat pemeriksaan tutup buku akhir tahun lalu.

Seharusnya uang yang disetor ke kas negara sebanyak Rp 17 miliar, tapi baru disetor sebanyak Rp 14 miliar.

Setelah diusut, uang sebesar Rp 3 miliar itu malah diinvestasikan melalui Paypal.

Dari hasil investasi online tersebut, mereka mendapatkan uang senilai Rp 150 juta yang kemudian dibelikan sebuah mobil.

Meski dianggap melakukan korupsi sekitar Rp 3 miliar, tapi kedua tersangka tersebut telah berusaha untuk mengembalikan uang itu senilai Rp 1,4 miliar.

Sehingga kerugian yang ditimbulkan keduanya berjumlah sekitar Rp 1,6 miliar. (Her/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.