KONI Jateng Fokus Pembinaan Atlet Muda Sejak Dini

Para narasumber dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah "Pembinaan Olahraga Jateng Pasca Pandemi" di Studio TATV Solo. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SOLO, 4/4 (beritajateng.tv) – Terpeleset dari rangking 4 menjadi rangking 6 di PON XXI Papua, Jateng perlu melakukan pembinaan prestasi olahraga sejak dini. Terlebih Jateng memiliki banyak potensi. Diantaranya menjadi gudangnya atlet berkaliber nasional.

Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana mengatakan, pola pembinaan prestasi sejak usia dini memiliki konsekuensi adanya biaya tinggi alias high cost. Maka, tak hanya sekedar politik anggaran yang dibutuhkan. Namun politik olahraga juga harus masuk. Hal tersebut untuk mengantisipasi berpindahnya atlet berpotensi ke provinsi lain. Sebab, Jateng mnenjadi gudangnya atlet berkaliber nasional yang menjadi rebutan daerah lain,

“Ini terjadi di PON Papua lalu, atlet Jateng hanya gara-gara tergiur bonus, pindah, dan tiga emas melayang ke Papua. Rumor yang beredar di Papua satu emas dihargai Rp 1 miliar. Ini jadi PR agar sport inteligence bermain dan bisa mengukur kekuatan lawan,” katanya dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah “Pembinaan Olahraga Jateng Pasca Pandemi” di Studio TATV Solo, belum lama ini.

Dia menambahkan, secara internal KONI Jateng telah mengadakan pembinaan. Pihaknya berkomunikasi dengan semua Pengprov cabang olahraga (cabor). Hal tersebut menjadi upaya mempersiapkan diri menghadapi PON XXI Aceh-Sumut pada 2024 nanti. Di kepengurusan KONI Jateng, Bona mengusung tagline HATI yang merupakan kepanjangan Harmoni, Akuntabilitas, Transparan, dan Integritas.

“Tagline ini berarti harmoni dengan pengprov cabor dan KONI Kabupaten/Kota, akuntabilitas dalam pemberian bantuan ke pengprov cabor, transparan mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan, dan integritas bentuk dedikasi,” ujarnya dalam dialog yang dipandu Host Nurkholis dan Co Host Okfied Sosendar tersebut.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan, merosotnya posisi Jateng di PON XX Papua harus menjadi pelajaran. Menurutnya, Jateng perlu terbuka dengan kelemahan yang dimiliki.

“Yang jelek diperbaiki, yang baik jangan sampai dikalahkan provinsi lain. KONI yang baru ini harapannya punya mata yang banyak, energi banyak,” ujar politisi PKB tersebut.

Komisi E DPRD Jateng, lanjutnya, akan mensupport grand design pembinaan olahraga Jateng.

“Yang penting ada desain konkret dan ada kolaborasi sehingga bisa mencapai target,” ungkapnya.

Dikatakannya, fenomena atlet loncat pagar termasuk politik olahraga. Secara regulasi, hal tersebut tidak dilarang dan masih berpotensi terjadi.

“Di provinsi lain akan menggunakan itu semua. Di Bali, Papua atlet kita banyak disana. Kekuatan di Jateng harus siap mengatasi itu, tinggal skemanya dibuat seperti apa,” katanya.

Kepala Disporapar Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan, upaya memfokuskan pembinaan pada talenta muda perlu dilakukan. Pasalnya, waktu pelaksanaan PON ke XXI di Aceh dan Sumut tak lama lagi. Upaya pembinaan talenta muda bisa dilakukan lewat Popda.

“Beberapa event saat ini bisa dihelat dengan pembatasan, seleksi dan durasi waktu. Kami akan terus dorong kompetisi. Latih tanding antar provinsi untuk mengukur kekuatan. Kami akan fokuskan pada pembinaan talenta muda karena jangkauannya lebih panjang, akan lebih mudah membentuk bukan hanya prestasi tapi juga karakter,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.