Kopda M Bayar Rp 120Juta untuk Eksekutor Penembakan Istrinya, Begini Kronologi Lengkapnya

Presskonference penembakan istri TNI di Semarang.

Semarang, 25/7 (BeritaJateng.tv) – Teka-teki penembakan istri TNI di Semarang mulai terungkap, Kopral Dua (Kopda) M atau Kopda Muslimin diketahui menjadi dalang utama rencana pembunuhan terhadap istrinya, Rina Wulandari (RW).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan tersangka utama itu adalah Kopda M. Yang bersangkutan adalah anggota TNI AD. “Tersangka utama ini masih dalam pengejaran petugas gabungan,” kata Irjen Luthfi, saat jumpa pers di Mapolda Jateng, Senin (25/7).

Menurut Kapolda, Kopda M telah membayar Rp 120juta upah untuk empat eksekutor penembak sang istri dan satu penyedia senjata api.

Berdasarkan penyidikan, prajurit TNI yang bertugas di Yon Arhanud Semarang itu meminta tersangka eksekutor penembakan, Sugiono alias Babi (36) untuk menghabisi istrinya.

Motif dari upaya pembunuhan ini yakni karena Kopda M mempunyai pacar lagi bernama W.

“Suami korban satu bulan lalu telah memerintahkan tersangka untuk meracuni, pura-pura mencuri dan membunuh istrinya, bahkan menyantet istrinya, Tapi rencana tersebut gagal, dan jalan terakhirnya melakukan penembakan,” kata Kapolda saat jumpa pers di Mapolda Jateng, Senin (25/7/2022).

Upaya pembunuhan terhadap istrinya tersebut dilakukan karena Kopda M punya pacar lagi. Hal tersebut diketahui setelah polisi mengamankan dan meminta keterangan dari W, pacar Kopda M. Usai kejadian, W bahkan sempat diajak melarikan diri bersama Kopda M, namun W menolak.

“Motifnya punya pacar lagi. Ada 8 saksi yang kita periksa, termasuk saksi W, pacarnya. Yang bersangkutan diajak lari, tetapi pacarnya tidak mau,” ungkap Kapolda.

Tim gabungan Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro kemudian menangkap 5 pelaku kasus tersebut.

Para tersangka penembakan berinisial S alias Babi, warga Sayung, Kabupaten Demak, PAN, warga Pedurungan, Kota Semarang, SP alias Sirun, warga Genuk, Kota Semarang, AS alias Gondrong, warga Karas, Kabupaten Magetan dan DS, warga Kabupaten Sragen.

S alias Babi sebagai eksekutor penembakan, PAN berperan sebagai joki S mengendarai motor Kawasaki Ninja warna hijau. Lalu SP dan AS sebagai pengawas mengendarai motor beat dan tersangka DS sebagai penyedia senjata api rakitan.

Kasus penembakan istri TNI tersebut terjadi pada Senin (18/7/2022) di Banyumanik Semarang. Saat itu korban ditembak 2 kali oleh para pelaku usai menjemput anaknya pulang dari sekolah.

Penembakan itu atas perintah Kopda Muslimin. Kopda M memantau langsung eksekusi tersebut melalui telepon dan meminta eksekutor benar-benar memastikan kematian istrinya.

“Tanggal 18 Juli 2022 hari Senin pukul 08.00 WIB mereka sudah melakukan pemantangan TKP. Lalu pukul 11.38 WIB dilakukan eksekusi penembakan. Korban diikuti saat menjemput anaknya oleh saudara Babi. Tembakan pertama tidak mematikan, lalu dapat instruksi lagi dari suami agar dilakukan penembakan yang kedua,” kata Ahmad Lufhfi.

Lebih lanjut, tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pencarian terhadap Kopda Muslimin yang kini menjadi buronan. Kopda Muslimin diminta untuk menyerahkan diri dengan cepat atau akan dilakukan tindakan tegas terukur oleh petugas.

“Kelima pelaku ini ditangkap di tiga daerah berbeda. Ada yang ditangkap di Demak, Klaten dan Sragen,” jelasnya

Dari aksi kejahatan ini, kata dia, Kopda M memberikan upah uang Rp 120 Juta kepada tersangka S. Setelah itu pelaku S bertemu dengan empat pelaku lainnya di Demak untuk membagi uang upah hasil kejahatan.

“Para pelaku terancam pasal 340 KUHPidana juncto pasal 53 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun,” tandasnya. (Ak/El)

Leave a Reply