Jateng

Korban Wanita yang Diduga Disekap Bertahun-tahun Ungkap Perlakuan Pacarnya

×

Korban Wanita yang Diduga Disekap Bertahun-tahun Ungkap Perlakuan Pacarnya

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Temanggung | Anggota Dewan | ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Pexels/Pixabay)

BANDUNG, beritajateng.tv — Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus mengungkap fakta-fakta memilukan.

Dalam tayangan Curhat Bang Denny Sumargo, korban penganiayaan tersebut akhirnya menyampaikan langsung kesaksiannya melalui pesan suara. Dari pengakuan tersebut terungkap bahwa selama kurang lebih dua hingga tiga tahun, ia tidak pernah mendapat izin keluar dari kamar kos tempat kekasihnya, TH, menyekapnya.

Korban mengaku kondisinya semakin memburuk setelah penglihatannya hilang akibat penganiayaan yang terus-menerus pelaku lakukan.

“Waktu dua tahun tiga tahun itu kamu enggak boleh keluar dari kosan?” tanya Denny Sumargo.

“Enggak bisa karena udah enggak bisa lihat,” jawab korban.

Korban mengatakan setiap kali dirinya mengeluarkan suara atau merintih kesakitan saat disiksa, pelaku justru kembali menganiayanya.

“Kalau misalkan disiksa terus saya mengeluarkan suara, rasanya dia malah nyiksa lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Heboh Wanita Hilang di Bandung, Ternyata Disekap Pacar hingga Buta dan Penuh Luka

Menurut korban, pelaku yang bekerja sebagai kolektor sering meninggalkannya sendirian di kamar kos. Sebelum pergi bekerja, pelaku memintanya tetap berada di dalam kamar dan tidur hingga ia kembali.

“Dia kerja sebagai kolektor. Kalau dia pergi ke konsumen, saya suka ia (pelaku) suruh tidur,” katanya.

Apabila pelaku mengajak korban keluar, pelaku selalu memintanya mengenakan masker.

“Kalau misalkan ikut, saya disuruh pakai masker,” ujarnya.

Korban juga mengungkap berbagai bentuk kekerasan fisik yang ia alami selama bertahun-tahun. Selain wajah dan mata, pelaku juga memukul bagian telinga hingga kaki.

“Sering dipukul. Pertama muka dulu yang dipukul, terus telinga, terus kaki,” tuturnya.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban mengaku pelaku paksa membuat tato.

Korban Penganiayaan Hanya Mendapat Makan Sekali Sehari

Dalam kesehariannya, korban mengaku hanya mendapat makan sekali dalam sehari. Karena sudah tidak bisa melihat, seluruh aktivitasnya sangat bergantung kepada pelaku.

“Sehari cuma satu kali makan,” ucap korban.