Kota Semarang Berencana Gelar Festival Inklusi untuk Berdayakan Kaum Disabilitas

Plt Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu berfoto bersama penyandang disabilitas. /Foto: Ellya.

Semarang, 31/10 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan kesempatan kepada kaum disabilitas untuk bisa berdaya melalui berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan Festival Inklusi yang akan digelar pada bulan Desember mendatang.

Plt Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan kaum disabilitas di Kota Semarang harus memiliki wadah agar nantinya bisa melakukan banyak kegiatan untuk bisa mengembangkan potensi diri. Pemkot, katanya, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Semarang dan TP PKK Kota Semarang akan melakukan pelatihan dan motivasi bagi kaum disabilitas.

Dalam Festival Inklusi nantinya akan banyak rangkaian kegiatan mulai dari fashion show yang model dan produk fashion berasal dari kaum disabilitas, akan ada konseling bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, adanya permainan, pameran UMKM produk kaum disabilitas hingga adanya makanan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kan anak-anak berkebutuhan khusus ini memang ada beberapa larangan makanan, seperti anak autis tidak boleh makan mengandung gluten, nanti dalam festival ini akan ada banyak kegiatannya,” kata Ita, sapaan akrabnya, usia acara sosialisasi dan motivasi bagi disabilitas di Aula Balaikota Semarang.

Pemkot Semarang, lanjutnya, juga tidak berhenti hanya memberikan pelatihan saja namun juga pembinaan. Misalnya, bagi mereka yang memiliki produk UMKM maka akan diarahkan untuk bisa melakukan pemasaran baik offline dan online.

“Kami berikan pelatihan pemasaran online juga agar mereka juga bisa naik kelas menjadi exportir jadi kita akan mendampingi terus agar mereka bisa sejahtera,” tuturnya.

Ita menambahkan nantinya kaum disabilitas akan berkolaborasi untuk bisa menjadi anggota koperasi PKK sehingga bisa belajar dalam mengelola keuangan. Pihaknya juga akan menggandeng stakeholder seperti perbankan untuk memberikan pelatihan kepada kaum disabilitas.

“Nanti mereka akan kita masukan dalam anggota koperasi PKK biar bisa belajar mengelola keuangan, jadi yang punya usaha bisa lebih mahir dalam pengaturan keuangannya,” pungkasnya. (Ak/El)

Leave a Reply