Jateng

Kota Semarang Terbanyak Dikunjungi Wisatawan di Libur Nataru, Disporapar Jateng: 431 Ribu, Kalahkan Solo

×

Kota Semarang Terbanyak Dikunjungi Wisatawan di Libur Nataru, Disporapar Jateng: 431 Ribu, Kalahkan Solo

Sebarkan artikel ini
Semarang Wisatawan | Delapan Ruas Jalan di Kota Semarang Bakal Bebas Kabel Udara
Kawasan Kota Lama Semarang menjadi salah satu kawasan yang bebas kabel udara karena sistem kabel menggunakan ducting atau tanam di bawah tanah. (Ellya/beritajateng.tv)

BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang

Keunggulan lain Kota Lama, lanjut dia, adalah tidak adanya tiket masuk.

“Keunggulan Kota Lama itu enggak bayar tiket. Orang bisa datang, lihat-lihat, menikmati suasana. Bayarnya paling saat makan atau masuk tempat tertentu yang berbayar,” katanya.

Masrofi menilai, konsep kawasan terbuka dan bernilai sejarah membuat Kota Lama menjadi berbagai kalangan wisatawan minati.

“Orang ingin melihat kota sejarah. Tempatnya luas, terbuka, tidak ada batas tembok, sehingga wisatawan lebih leluasa,” pungkasnya.

Kota Semarang Teratas, Kemudian Demak dan Klaten

Selain Kota Semarang, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah juga mencatat lima besar kabupaten/kota dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi selama Nataru 2025.

Setelah Kota Semarang, Kabupaten Demak mencatat 412.453 kunjungan, berlanjut Kabupaten Klaten dengan 390.373 kunjungan. Kemudian Kabupaten Rembang sebanyak 227.912 kunjungan dan Kota Surakarta atau Kota Solo 214.773 kunjungan.

Sementara untuk destinasi wisata tingkat provinsi, kunjungan terbanyak tercatat di Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak (203.512), Makam Sunan Kalijaga (173.190), Taman Wisata Candi Prambanan (152.817), Masjid Raya Syekh Zayed Solo (108.021), Candi Borobudur (93.170), serta kawasan Dieng Banjarnegara (91.089).

Masrofi menegaskan, tren kunjungan wisata selama Nataru menunjukkan Kota Semarang semakin menguat sebagai destinasi utama wisata perkotaan di Jawa Tengah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran