Jateng

KPU Blora Ajak Lansia Tak Golput: Usia Boleh Bertambah, Hak Demokrasi tak Berkurang

×

KPU Blora Ajak Lansia Tak Golput: Usia Boleh Bertambah, Hak Demokrasi tak Berkurang

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi oleh KPU Kabupaten Blora
Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Blora, Ahmad Mustakim, Saat Sosialisasi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Rentan bersama Paguyuban Lansia Abraham Gereja Katolik Paroki St. Pius X Blora, Ahad, 27 September 2026. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritakateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora mengajak kelompok lanjut usia (lansia) tetap aktif berpartisipasi dalam demokrasi.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Rentan bersama Paguyuban Lansia Abraham Gereja Katolik Paroki St. Pius X Blora, Ahad, 27 September 2026.

Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Blora Ahmad Mustakim, mengatakan, sosialisasi menjadi bagian dari upaya KPU Blora meningkatkan pemahaman kepemiluan. Sekaligus mendorong partisipasi kelompok pemilih rentan.

Dalam kegiatan itu, KPU mengajak para lansia memahami pentingnya menggunakan hak pilih, mengenali informasi kepemiluan yang benar, serta menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

“Partisipasi demokrasi tidak sekadar datang ke tempat pemungutan suara.” katanya.

BACA JUGA: Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Gaet Anak Muda Lewat Lomba Tari hingga Lagu “Mas Bahlil Ganteng”

Ahmad Mustakim bilang, pemilih juga perlu memahami informasi kepemiluan agar dapat menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab.

“Demokrasi tidak mengenal batas usia. Setiap warga, termasuk para lansia, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk didengar, dihargai, dan berpartisipasi,” ucapnya.

Dia mengatakan, kelompok lansia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang panjang. Karena itu, mereka tidak hanya penting sebagai pemilih, tetapi juga dapat berperan dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Usia boleh bertambah, tetapi hak untuk berpartisipasi dalam demokrasi tidak pernah berkurang. Setiap suara adalah bagian dari cerita bangsa,” kata Ahmad Mustakim.

BACA JUGA: Edukasi Kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Semarang Ingatkan Politik Uang Kian Terselubung dan Sulit Dilacak

Lebih lanjut, dia bilang, pentingnya memastikan informasi kepemiluan bisa terakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk kelompok yang membutuhkan pendekatan khusus.

Menurut Mustakim, pemilu yang inklusif bukan hanya mengenai tersedianya hak pilih. Akan tetapi juga memastikan setiap warga memahami cara menggunakan dan menjaga hak tersebut.