BACA JUGA: Pakar Lingkungan SCU: Energi Matahari Minim Dampak Ketimbang Geothermal, Tapi Izin Panel Surya Sulit
Selain pengeroyokan, sempat beredar informasi mengenai dugaan penusukan dalam peristiwa tersebut. Akan tetapi, Rismanto memastikan polisi tidak menemukan adanya luka akibat benda tajam pada tubuh korban.
Saat petugas tiba di lokasi, korban masih dalam kondisi sadar dan mengalami luka lebam.
“Tidak ada (penusukan). Jadi, saat kami datang ke lokasi, korban masih dalam kondisi sadar. Hanya mengalami luka-luka lebam. Tidak ada luka tusuk atau akibat benda tajam lainnya. Kondisinya masih sadar saat kami melakukan pengecekan TKP,” kata Rismanto.
Polisi Lakukan Olah TKP
Kemudian, polisi melakukan pengecekan lokasi dan mendata sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian. Korban juga disarankan menjalani pemeriksaan medis sekaligus membuat laporan resmi.
“Kami melakukan pengecekan, pendataan terhadap para saksi yang ada di TKP. Kemudian kami menyarankan korban untuk segera berobat dan melaporkan kejadian ini ke Polrestabes. Informasinya, korban sudah melapor ke Polrestabes Semarang,” kata Rismanto.
Sebagai informasi, video viral itu diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini. Rekaman tersebut memperlihatkan kerumunan orang dan sejumlah remaja yang terlibat aksi saling dorong. Terdengar pula teriakan dari beberapa orang di tengah keributan.
BACA JUGA: Apa Kabar Pansus Pemekaran Brebes? DPRD Jateng Bilang Begini
Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Keributan itu dugaannya karena perselisihan terkait parkir di kawasan tersebut hingga berujung aksi kejar-kejaran antara dua pihak.
“Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan terkait parkir yang kemudian berlanjut hingga terjadi kejar-kejaran antara dua pihak,” tulis akun @beritasemaranghariini. (*)
Editor: Diaz A Abidin





